Laba Raharja Energi Cepu Tumbuh 8,9 Persen pada 2025

Laba Raharja Energi Cepu Tumbuh 8,9 Persen pada 2025
Foto: Ilustrasi Laba Raharja Energi Cepu Tumbuh 8,9 Persen pada 2025.

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan mendapatkan persetujuan atas seluruh agenda yang diajukan. Keputusan ini mencakup pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025 serta penetapan pembagian dividen tunai.

Dilansir dari Money, emiten hulu migas ini menyepakati lima agenda utama dalam RUPST tersebut. Salah satu poin krusial adalah pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 yang berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar 15,2 juta dollar AS. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,9 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pendapatan perusahaan mengalami koreksi sebesar 14,6 persen menjadi 49,3 juta dollar AS. Penurunan ini dipicu oleh rendahnya volume lifting serta fluktuasi harga minyak di pasar global.

Meskipun pendapatan menurun, efisiensi biaya tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan kinerja operasional. Biaya pokok penjualan (COGS) berhasil ditekan hingga turun 29 persen sepanjang periode tersebut.

Langkah efisiensi ini membuat Adjusted EBITDA tetap tumbuh 2,0 persen menjadi 30,8 juta dollar AS. Perusahaan juga mencatatkan margin yang cukup kuat, yakni berada di atas level 62 persen.

Struktur neraca keuangan perseroan juga terlihat menguat dengan total aset yang meningkat menjadi 76,0 juta dollar AS. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar 56,6 juta dollar AS dengan debt to equity ratio (DER) pada level 0,30 kali.

Pembagian Dividen Tunai RATU

Para pemegang saham juga memberikan lampu hijau untuk pembagian dividen tunai senilai 7.030.580 dollar AS. Nilai ini setara dengan Rp 122,17 miliar dengan mengacu pada kurs Rp 17.378 per dollar AS pada 4 Mei 2026.

Pemegang saham RATU nantinya akan menerima dividen sebesar Rp 45 per lembar saham. Kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap kepercayaan para investor.

"Pembagian ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk memberikan imbal hasil yang konsisten sekaligus menjaga ruang pertumbuhan ke depan," tulis perseroan dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Produksi Blok Cepu dan Jabung

Operasional perusahaan saat ini masih sangat bergantung pada dua wilayah kerja utama, yaitu Blok Cepu dan Blok Jabung. Keduanya menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas produksi energi perusahaan.

Blok Cepu mencatatkan rata-rata produksi harian mencapai 151.000 barrel minyak per hari (BOPD). Wilayah kerja ini masih memiliki sisa cadangan terbukti dan terduga (2P) sebanyak 296 juta barrel minyak (MMBO).

Sementara itu, Blok Jabung menyumbang produksi rata-rata sebesar 49,7 ribu barrel setara minyak per hari (BOEPD). Cadangan 2P di blok ini tercatat sebesar 243 juta barrel setara minyak (MMBOE).

Manajemen menegaskan bahwa kedua blok tersebut merupakan tulang punggung kinerja perusahaan. Wilayah kerja ini juga diproyeksikan menjadi landasan kuat untuk rencana ekspansi yang akan dikembangkan dalam waktu dekat.

Artikel terkait

Rekomendasi