PT Pertamina Training and Consulting (PTC) mencatatkan perolehan laba audited sebesar 152,9 miliar rupiah pada tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,04 persen dibandingkan perolehan pada tahun 2024.
Sebagaimana dilansir dari Suara, pencapaian ini menjadi indikator ketangguhan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri sekaligus melakukan transformasi bisnis yang adaptif. Pertemuan yang berlangsung di Ballroom Sustainability PTC, Gedung Oil Centre tersebut juga mengevaluasi strategi pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.
Layanan Manpower Business menjadi kontributor pendapatan terbesar bagi PTC sepanjang tahun 2025 dengan porsi mencapai 70,88 persen. Selain itu, lini Others Business yang mencakup konsultasi, manajemen acara, dan teknologi informasi menyumbang 21,96 persen, diikuti Development Center sebesar 7,16 persen.
Dalam hal efisiensi fiskal, perusahaan berhasil menjaga Effectiveness Tax Ratio (ETR) pada level 23,3 persen. Angka tersebut dilaporkan telah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 Revisi.
Kualitas operasional perusahaan tercermin melalui raihan 19 penghargaan serta 9 sertifikasi standar nasional dan internasional selama setahun penuh. Sertifikasi tersebut mencakup ISO 14001:2015 terkait manajemen lingkungan dan ISO 45001:2018 untuk manajemen K3, serta perolehan credit rating idA+ dari PEFINDO.
Pada aspek tata kelola, PTC membukukan skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 111,75 persen atau naik 2,82 persen dari tahun lalu. Capaian ini membuat perusahaan tetap berada pada kategori Leadership in Corporate Governance dalam menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Perusahaan juga melaporkan skor Social Return on Investment (SROI) sebesar 1:4,50 dalam aspek Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Rasio ini menunjukkan bahwa setiap satu rupiah yang diinvestasikan pada program sosial menghasilkan nilai manfaat sebesar 4,50 rupiah bagi masyarakat dan lingkungan.
Agenda RUPS ini dihadiri oleh jajaran direksi dan komisaris, termasuk Komisaris Utama Amir Faisal serta Direktur Utama Muhammad S. Fauzani. Para pemegang saham diwakili oleh Manager SJV Management I PT Pertamina (Persero), Baginda Mulia Pandapotan Saragih, dan Direktur PT Pertamina Pedeve Indonesia, Rahmi Amini.
Pihak manajemen menyatakan siap mengakselerasi peta jalan transformasi bertajuk Driving Nine to Twentynine untuk memperkuat kontribusi bagi grup Pertamina. Fondasi kinerja tahun 2025 akan digunakan sebagai pijakan dalam mencapai target jangka panjang perusahaan di masa depan.