Kinerja keuangan positif berhasil dibukukan oleh PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) pada awal tahun ini. Emiten pertambangan tersebut mencatatkan lonjakan laba periode berjalan hingga 187,9 persen pada kuartal I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dari Investortrust, keuntungan perusahaan melejit menjadi US$ 30,19 juta. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang senilai US$ 10,48 juta.
Pertumbuhan laba yang pesat ini berjalan selaras dengan kenaikan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan. ARCI berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 136,91 juta pada kuartal I-2026, dari sebelumnya US$ 90,78 juta pada kuartal I-2025.
Seiring dengan melonjaknya pendapatan, beban pokok penjualan dari emiten yang dikendalikan oleh Rajawali Corpora ini juga terkerek naik menjadi US$ 78,28 juta. Meski demikian, perusahaan tetap mencatat pertumbuhan laba bruto yang kuat.
Laba bruto ARCI tercatat tumbuh menjadi US$ 58,63 juta pada kuartal pertama tahun ini. Perolehan tersebut menunjukkan peningkatan besar dari kuartal pertama tahun sebelumnya yang berada di angka US$ 25,94 juta.
Efisiensi Operasional dan Beban Keuangan
Perusahaan berkode saham ARCI ini juga sukses mengamankan laba usaha sebesar US$ 55,88 juta, atau melesat lebih dari dua kali lipat dari US$ 26,16 juta pada kuartal I-2025. Hasil ini dipicu oleh efisiensi beban serta tambahan pendapatan operasional lain sebesar US$ 318 ribu.
Namun, ARCI mengalami pembengkakan pada pos beban keuangan menjadi US$ 9,01 juta, dari sebelumnya US$ 8,65 juta. Di sisi lain, perusahaan mendapatkan suntikan dari bagian laba entitas asosiasi yang mencapai US$ 873,7 ribu.
Sebelum dipotong pajak penghasilan, laba ARCI bertengger di angka US$ 47,85 juta, naik tajam dari posisi kuartal I-2025 senilai US$ 17,73 juta. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar US$ 17,66 juta, laba bersih final yang didapatkan adalah US$ 30,19 juta.