Laba Bersih Mark Dynamics Indonesia Tumbuh 19,2 Persen pada Kuartal I 2026

Laba Bersih Mark Dynamics Indonesia Tumbuh 19,2 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Mark Dynamics Indonesia Tumbuh 19,2 Persen pada Kuartal I 2026.

Emiten produsen cetakan sarung tangan medis dan industri, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), melaporkan pencapaian kinerja positif sepanjang kuartal I 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan serta dominasi di pasar ekspor.

Dilansir dari Money, penguatan mata uang dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah turut menjadi faktor yang memberikan keuntungan bagi perseroan. Hal ini dikarenakan struktur bisnis MARK yang sangat bergantung pada pasar internasional.

Data keuangan menunjukkan bahwa selama tiga bulan pertama tahun 2026, MARK meraih penjualan bersih senilai Rp 250,84 miliar. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 23,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 203,03 miliar.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor perseroan tercatat mencapai Rp 118,11 miliar, mengalami peningkatan dari posisi Rp 106,06 miliar pada kuartal I 2025. Margin laba kotor MARK berada di level 47,1 persen.

Performa positif ini berlanjut pada laba usaha yang menyentuh Rp 102,26 miliar, lebih tinggi dari capaian Rp 85,45 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan tumbuh 19,2 persen menjadi Rp 83,43 miliar dari sebelumnya Rp 70,01 miliar.

Direktur Utama MARK, Ridwan Goh, menjelaskan bahwa model bisnis berbasis ekspor merupakan pilar utama keberhasilan perseroan. Struktur denominasi dollar AS pada mayoritas transaksi memberikan perlindungan nilai yang alami.

"Lebih dari 80 persen penjualan kami berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dollar AS. Kondisi ini memberikan natural hedge bagi perseroan, sehingga ketika dollar AS menguat terhadap rupiah, kinerja keuangan kami justru semakin terdorong," ujar Ridwan.

Perseroan secara aktif menggunakan mata uang dollar AS dalam sebagian besar kontrak bisnis utama dan pendapatan. Fluktuasi nilai tukar ini memberikan dampak positif secara langsung terhadap total pendapatan dan margin dalam laporan keuangan berbasis rupiah.

Penguatan Neraca dan Likuiditas Keuangan

Hingga akhir Maret 2026, posisi keuangan MARK menunjukkan penguatan yang signifikan. Total aset perseroan tercatat sebesar Rp 1,08 triliun, meningkat jika dibandingkan dengan nilai Rp 1,02 triliun pada kuartal I 2025.

Rincian aset terdiri dari aset lancar sebesar Rp 553,98 miliar dan aset tidak lancar yang mencapai Rp 527,09 miliar. Di sisi lain, total liabilitas mengalami penurunan menjadi Rp 95,86 miliar dari sebelumnya Rp 120,12 miliar.

Ekuitas perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 985,21 miliar dari posisi Rp 902,63 miliar pada periode tahun lalu. Untuk posisi kas dan setara kas, nilainya tetap terjaga stabil pada angka Rp 142,78 miliar.

Menurut Ridwan, stabilitas posisi kas tersebut mencerminkan kemampuan likuiditas perusahaan yang sangat terjaga. Hal ini penting untuk mendukung kebutuhan operasional harian serta rencana ekspansi bisnis ke depan.

"Dengan basis pendapatan berbasis dollar AS dan posisi kas yang kuat, kami berada dalam posisi yang sangat solid untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing global," kata Ridwan.

Ke depannya, MARK menyatakan optimisme untuk terus mempertahankan momentum pertumbuhan. Dukungan pasar ekspor yang kuat dan tren nilai tukar global dipandang sebagai leverage tambahan strategis bagi nilai pemegang saham.

Artikel terkait

Rekomendasi