Laba Kuartal I 2026 PT Darma Henwa Tbk Melonjak 34,6 Persen

Laba Kuartal I 2026 PT Darma Henwa Tbk Melonjak 34,6 Persen
Foto: Ilustrasi Laba Kuartal I 2026 PT Darma Henwa Tbk Melonjak 34,6 Persen.

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sukses menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat pada kuartal I-2026. Emiten pertambangan ini mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan menjadi Rp 92,72 miliar.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 34,6% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang bernilai Rp 68,89 miliar. Lompatan laba ini didukung oleh langkah efisiensi biaya operasional perusahaan.

Dilansir dari Investortrust, manajemen DEWA dalam laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan peningkatan keuntungan terjadi di tengah dinamika industri pertambangan yang menantang.

Pendapatan perseroan sebenarnya mengalami koreksi tipis menjadi Rp 1,55 triliun pada kuartal I-2026. Jumlah ini sedikit menurun dari pencapaian kuartal I-2025 yang berada di angka Rp 1,58 triliun.

Meskipun pendapatan menurun, perusahaan berkode saham DEWA ini berhasil mengatrol laba bruto menjadi Rp 268,76 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, laba kotor perusahaan tercatat sebesar Rp 246,71 billion.

Peningkatan margin laba kotor ini dipicu oleh keberhasilan memangkas beban pokok pendapatan. Biaya tersebut turun menjadi Rp 1,28 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp 1,34 triliun.

Sementara itu, laba sebelum pajak perusahaan tercatat senilai Rp 116,67 miliar. Nilai ini sedikit lebih rendah jika disandingkan dengan kuartal I-2025 yang mencapai Rp 129,34 miliar.

Lonjakan pada keuntungan bersih terbantu oleh efisiensi di pos beban pajak. Sektor lain yang ikut menyumbang kenaikan keuntungan adalah penghasilan bunga yang naik menjadi Rp 2,50 miliar dari Rp 1,31 miliar.

Beban pajak penghasilan bersih perusahaan menyusut drastis menjadi Rp 23,96 miliar. Nilai tersebut berkurang signifikan dari pengeluaran tahun sebelumnya yang menembus Rp 60,46 miliar.

Penurunan beban pajak ini menjadi faktor penentu utama yang mendongkrak keuntungan periode berjalan. Di sisi lain, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 92,71 miliar dari Rp 68,89 miliar.

Meskipun laba bersih secara keseluruhan meningkat, laba per 1000 saham dasar justru mengalami sedikit penurunan. Nilai komponen saham ini bergerak turun dari Rp 2,40 menjadi Rp 2,35.

Artikel terkait

Rekomendasi