PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba bersih senilai US$ 55 juta pada kuartal I-2026 yang dilaporkan pada Kamis (14/5/2026). Perolehan tersebut menunjukkan penurunan sebesar 16 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 66,42 juta.
Dilansir dari Investor Daily, penyusutan laba bersih ini dipicu oleh penurunan pendapatan serta margin laba kotor. Pendapatan tercatat turun 3 persen secara kuartalan (QoQ) yang sejalan dengan merosotnya volume penjualan sebesar 7 persen akibat faktor musiman curah hujan tinggi.
Meskipun volume penjualan turun, harga jual rata-rata mengalami kenaikan sebesar 5 persen QoQ karena porsi pasar ekspor mencapai 85 persen dari total pendapatan. Namun, margin laba kotor tertekan ke angka 27 persen akibat penyusutan persediaan karena volume produksi yang lebih rendah dari volume penjualan.
Investment Analyst Stockbit, Everson Sugianto memberikan analisis terhadap capaian kinerja emiten pertambangan tersebut. Menurutnya, hasil ini masih sesuai dengan perkiraan konsensus pasar sebesar 21 persen untuk estimasi tahun penuh 2026.
"Kami menilai hasil tersebut masih sejalan dengan ekspektasi konsensus, dengan asumsi pemerintah menerima banding ITMG atas pemangkasan kuota produksi RKAB 2026 pada pertengahan tahun ini serta tidak menerapkan bea ekspor batu bara," tulis Everson Sugianto, Investment Analyst Stockbit.
Everson menilai ketidakpastian regulasi menjadi tantangan utama bagi perseroan di tengah tren kenaikan harga batu bara acuan. Investor disarankan mengamati keputusan pemerintah mengenai banding kuota produksi dan potensi risiko kebijakan baru.
"Berdasarkan analisis sensitivitas kami, penerapan bea ekspor batu bara dengan tarif 5% berpotensi menekan estimasi kami atas laba bersih 2026F ITMG sekitar 25%, dengan asumsi volume penjualan ekspor setara dengan realisasi tahun sebelumnya," ujar Everson Sugianto, Investment Analyst Stockbit.
Pihak manajemen ITMG dijadwalkan akan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kinerja keuangan ini kepada para investor. Agenda earnings call untuk membahas capaian kuartal I-2026 tersebut direncanakan berlangsung pada Senin (18/5/2026).