Sejumlah emiten properti mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan pada kuartal I-2026 di tengah tantangan suku bunga tinggi dan tekanan daya beli pasar. Dua perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerat Sugianto Kusuma atau Aguan berhasil mendominasi posisi teratas perolehan laba bersih sektor ini.
Berdasarkan data Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Kompas, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menempati urutan pertama. Perusahaan tersebut membukukan laba bersih senilai Rp 578 miliar sepanjang periode awal tahun ini.
Pencapaian PANI didukung oleh pendapatan agresif yang mencapai Rp 1,1 triliun atau tumbuh 82 persen secara tahunan. Lonjakan laba bersih yang melampaui 10 kali lipat tersebut dipicu oleh tingginya angka penjualan proyek premium di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Posisi kedua ditempati oleh CBDK yang meraup laba bersih sebesar Rp 542 miliar. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 317 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, dengan pendapatan usaha tercatat sebesar Rp 743 miliar.
Pertumbuhan impresif CBDK dipengaruhi oleh langkah optimalisasi monetisasi pada kawasan komersial CBD PIK 2. Hal ini menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk properti di wilayah tersebut meskipun situasi ekonomi makro sedang menantang.
Sementara itu, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berada di posisi ketiga dengan laba bersih Rp 518,3 miliar per 31 Maret 2026. Kendati tetap di papan atas, kinerja perusahaan ini mengalami penurunan laba sebesar 21,51 persen dibandingkan tahun lalu.
Penurunan juga terlihat pada sisi pendapatan CTRA yang tercatat sebesar Rp 2,55 triliun, atau terkoreksi 6,37 persen dari angka Rp 2,73 triliun pada periode sebelumnya. Di sisi lain, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menunjukkan pemulihan tajam dengan laba bersih Rp 513,8 miliar.
Hasil tersebut membalikkan kondisi rugi bersih sebesar Rp 55,6 miliar yang dialami APLN pada kuartal I-2025. Pendapatan usaha perseroan melesat 232 persen menjadi Rp 2,9 triliun berkat lonjakan penjualan pada awal tahun ini.
Pakuwon Group (PWON) menutup daftar lima besar dengan perolehan laba bersih Rp 389,99 miliar atau naik 29,31 persen. Pendapatan perusahaan terkerek naik 5,83 persen menjadi Rp 1,64 triliun yang didorong oleh segmen pendapatan berulang dari pusat perbelanjaan dan perkantoran.
| Emiten | Laba Bersih (Miliar Rp) | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|
| PANI | 578 | >1.000% |
| CBDK | 542 | 317% |
| CTRA | 518,3 | -21,51% |
| APLN | 513,8 | Pemulihan (dari rugi) |
| PWON | 389,99 | 29,31% |