Laba Bersih WIFI Melonjak 76 Persen dan Bidik Investortrust Awards

Laba Bersih WIFI Melonjak 76 Persen dan Bidik Investortrust Awards
Foto: Ilustrasi Laba Bersih WIFI Melonjak 76 Persen dan Bidik Investortrust Awards.

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge menjadi salah satu kandidat kuat penerima penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 untuk nominasi per sektor. Emiten teknologi digital ini dinilai sukses mencatatkan pertumbuhan kinerja agresif lewat ekspansi masif jaringan serat optik.

Ajang tahunan yang dilansir dari Investortrust ini menilai emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan kombinasi performa keuangan, operasional, tata kelola, transparansi, serta nilai jangka panjang pemegang saham.

Penghargaan kali ini mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Tema ini hadir di tengah dinamika pasar yang menuntut ketahanan bisnis dan pertumbuhan berkelanjutan.

Proses penjurian menggunakan indikator kuantitatif dan kualitatif. Indikator tersebut meliputi return saham 1 tahun, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi 3 tahun, margin operasional, asset turnover, hingga return on equity.

Perusahaan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 408,6 miliar pada 2025. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 76,75% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Yune Marketatmo mengatakan pertumbuhan tersebut didorong ekspansi agresif jaringan serat optik nasional dan penguatan layanan konektivitas fixed broadband atau internet kabel berkecepatan tinggi.

"Kinerja tersebut turut mendorong peningkatan laba per saham dasar dari Rp 99,44 pada 2024 menjadi Rp 111,19 pada 2025." kata Yune Marketatmo.

Sepanjang 2025, pendapatan usaha bersih perseroan mencapai Rp 1,66 triliun atau tumbuh sebesar 147% secara tahunan. Sektor telekomunikasi menjadi penyumbang utama melalui penyediaan infrastruktur serat optik dan layanan internet jaringan tetap.

Sektor periklanan digital juga konsisten menyumbang pendapatan melalui ekosistem media digital yang terintegrasi di berbagai moda transportasi serta area publik.

Surge mencatatkan basis pelanggan yang menjangkau hingga 2,5 juta home pass serta memiliki 1,5 juta home connect atau pelanggan aktif. Tingkat penyerapan layanan dari infrastruktur ini telah mencapai 60%.

Efisiensi operasional perseroan menghasilkan EBITDA sebesar Rp 1,15 triliun dengan margin EBITDA mencapai 69%. Hasil capaian ini menunjukkan optimalisasi pemanfaatan jaringan infrastruktur yang berjalan semakin efisien.

Total aset perseroan pada akhir 2025 meroket hingga lebih dari 5 kali lipat menjadi Rp 15,17 triliun. Kenaikan modal ini ditopang oleh pertumbuhan aset tetap neto sebesar Rp 5,22 triliun dari pembangunan serat optik.

Total liabilitas tercatat sebesar Rp 6,65 triliun atau naik sebesar 243,3%. Di sisi lain, nilai ekuitas perusahaan melonjak signifikan sebesar 778,28% hingga mencapai Rp 8,51 triliun.

Kondisi keuangan ini memperkuat basis modal perusahaan dalam mendukung ekspansi lanjutan. Likuiditas perseroan juga membaik dengan posisi kas dan setara kas yang meroket menjadi Rp 6,16 triliun pada akhir 2025.

Penerimaan kas dari pelanggan menembus Rp 1,46 triliun, atau naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Angka penagihan yang lancar ini mencerminkan kualitas pendapatan perusahaan yang sehat.

Sebagai pendorong pertumbuhan masa depan, perseroan menyiapkan teknologi 5G Fixed Wireless Access lewat layanan IRA atau Internet Rakyat. Teknologi ini mengintegrasikan jaringan fiber backbone dengan konektivitas nirkabel jalur akhir.

Dari total 967 emiten di Bursa Efek Indonesia, hanya 279 emiten yang lolos tahap seleksi awal ajang ini. Proses seleksi ketat kemudian menyisakan 84 emiten untuk melaju ke tahap penilaian lanjutan.

Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 melalui proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi