PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) membukukan kenaikan laba bersih mencapai 4,5 kali lipat pada kuartal I 2026 yang didorong oleh efisiensi operasional serta tingginya permintaan gas di sektor industri dan kesehatan pada Rabu (29/4/2026).
Perusahaan melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 7,9 persen secara tahunan menjadi Rp 762,1 miliar sebagaimana dilansir dari Money. Pada saat yang sama, adjusted EBITDA mengalami peningkatan 22,4 persen ke angka Rp 228,8 miliar dengan margin mencapai 30,0 persen.
Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, menilai hasil positif ini merupakan bukti dari ketangguhan model operasional perusahaan. Strategi yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir mulai membuahkan hasil signifikan pada awal tahun ini.
"Pencapaian kuartal pertama ini menunjukkan kekuatan model operasional kami," ujar Rachmat Harsono, Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer Samator Indo Gas.
Pertumbuhan profitabilitas ini juga didukung oleh fenomena leverage operasional yang memungkinkan konversi pendapatan menjadi laba secara lebih optimal. Rachmat menyebutkan bahwa efisiensi tetap menjadi kunci dalam menjaga performa perusahaan di tengah dinamika pasar.
"Leverage operasional mulai mengonversi pertumbuhan pendapatan menjadi peningkatan profitabilitas yang signifikan," lanjut Rachmat Harsono, Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer Samator Indo Gas.
Data keuangan menunjukkan EBIT perusahaan melonjak 38,9 persen menjadi Rp 120,6 miliar dengan margin 15,8 persen. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 35,2 miliar, naik tajam dibandingkan Rp 7,8 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Sisi pengeluaran menunjukkan keberhasilan efisiensi dengan beban pokok penjualan yang hanya tumbuh 4,3 persen, berada di bawah laju pertumbuhan pendapatan. Hal ini terjadi berkat optimalisasi utilisasi pabrik dan penghematan penggunaan energi di berbagai fasilitas produksi.
Permintaan dari segmen medis dan gas industri tetap stabil di seluruh wilayah operasional yang memperkuat posisi komersial perusahaan. Manajemen optimis tren positif ini akan berlanjut sepanjang tahun 2026 melalui disiplin biaya dan investasi selektif pada sektor-sektor strategis.