PT Remala Abadi Tbk (DATA) mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan sebesar 102 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan penyedia layanan internet ini berhasil mengantongi laba bersih mencapai Rp 28,32 miliar atau setara 1,78 juta dolar AS.
Pertumbuhan laba bersih yang pesat ini melesat tajam setelah masuknya Djarum Group melalui akuisisi saham sebesar 40 persen. Sinergi dengan konglomerat milik keluarga Hartono tersebut memperkuat posisi DATA di sektor fixed-broadband Indonesia.
Dilansir dari Investortrust, pendapatan emiten berkode saham DATA ini juga melonjak 37 persen menjadi Rp 118,31 billion atau sekitar 7,44 juta dolar AS. Kenaikan tersebut didorong oleh ekspansi infrastruktur digital yang agresif di berbagai wilayah.
Laba operasi perusahaan ikut terkerek naik menjadi Rp 47,13 miliar atau setara 2,96 juta dolar AS. Angka ini melonjak hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan performa keuangan ini berdampak langsung pada nilai pemegang saham. Nilai laba per saham atau earnings per share (EPS) perusahaan tumbuh hampir dua kali lipat menjadi Rp 19,09 dari posisi sebelumnya sebesar Rp 9,96.
Di sisi lain, DATA menunjukkan efisiensi operasional dengan menjaga beban pokok pendapatan tetap stabil di angka Rp 29,59 miliar atau sekitar 1,86 juta dolar AS. Kondisi ini membuat margin keuntungan perusahaan menjadi jauh lebih sehat.
Efisiensi biaya dan tingginya permintaan konektivitas internet berkecepatan tinggi sukses mendongkrak laba kotor perusahaan menjadi Rp 88,72 miliar. Jumlah tersebut meningkat signifikan dari perolehan tahun lalu yang sebesar Rp 58,51 miliar.
Sebelum dipotong pajak, total laba yang dihimpun oleh perusahaan menyentuh Rp 41,11 miliar atau setara 2,58 juta dolar AS. Realisasi ini mencerminkan kenaikan drastis dari laba sebelum pajak kuartal pertama 2025 yang tercatat senilai Rp 18,79 miliar.