PT Bukit Asam Raup Laba Bersih Rp801,79 Miliar Kuartal I/2026

PT Bukit Asam Raup Laba Bersih Rp801,79 Miliar Kuartal I/2026
Foto: Ilustrasi PT Bukit Asam Raup Laba Bersih Rp801,79 Miliar Kuartal I/2026.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil membukukan laba bersih senilai Rp801,79 miliar sepanjang kuartal I/2026 meskipun menghadapi kendala cuaca dan dinamika pasar energi global. Berdasarkan laporan keuangan Sabtu (2/5/2026), perusahaan tambang ini mencatatkan pendapatan stabil sebesar Rp9,93 triliun, seperti dilansir dari Market.

Kinerja keuangan perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,55 triliun. Margin EBITDA berada di level 16 persen dengan margin laba bersih sebesar 8 persen, yang didukung oleh efektivitas strategi manajemen di tengah penurunan volume produksi batu bara sebesar 22 persen.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menjelaskan bahwa stabilitas kinerja tetap terjaga berkat pengelolaan persediaan yang pruden serta efisiensi biaya. Penerapan metode penambangan selektif menjadi kunci perusahaan dalam menghadapi tekanan operasional di lapangan.

ÔÇ£Hasilnya, perseroan membukukan pertumbuhan laba secara tahunan yang solid, yang merupakan bukti nyata dari ketahanan operasional dan efektivitas strategi yang kami jalankan,ÔÇØ ujar Arsal Ismail, Direktur Utama PTBA.

Hingga akhir Maret 2026, komposisi penjualan perusahaan mencakup 53 persen pasar domestik dan 47 persen ekspor ke negara-negara seperti Vietnam, Bangladesh, dan India. Rata-rata harga jual (ASP) mengalami kenaikan tipis 1 persen secara tahunan, meskipun indeks Newcastle melonjak 14 persen.

Pihak manajemen juga mencatat efisiensi pada beban pokok pendapatan yang turun 6 persen menjadi Rp8,39 triliun, seiring perbaikan rasio pengupasan (stripping ratio) menjadi 5,31x. Namun, kenaikan harga BBM akibat konflik Selat Hormuz mulai memberikan tekanan biaya energi sebesar 3 persen pada periode tersebut.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno menyatakan bahwa capaian kuartal ini mencerminkan pondasi operasional yang kuat meski diterpa tantangan eksternal. Perusahaan terus berkomitmen memperkuat fleksibilitas dalam merespons dinamika pasar dan ketidakpastian geopolitik.

ÔÇ£Dengan fondasi operasional yang solid, perseroan optimis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,ÔÇØ sebut Eko Prayitno, Corporate Secretary Division Head PTBA.

Total aset PTBA per 31 Maret 2026 mencapai Rp43,23 triliun, dengan liabilitas yang menyusut 8 persen menjadi Rp19,56 triliun. Perusahaan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp470 miliar dari target tahunan Rp3,64 triliun untuk pengembangan infrastruktur angkutan batu bara.

Artikel terkait

Rekomendasi