PT Palma Serasih Tbk Cetak Laba Bersih Rp442,8 Miliar Sepanjang 2025

PT Palma Serasih Tbk Cetak Laba Bersih Rp442,8 Miliar Sepanjang 2025
Foto: Ilustrasi PT Palma Serasih Tbk Cetak Laba Bersih Rp442,8 Miliar Sepanjang 2025.

PT Palma Serasih Tbk (PSGO) menorehkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025 dengan meraup pendapatan senilai Rp2,55 triliun. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 20 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan ini berimbas positif pada perolehan laba bersih perseroan yang meningkat sebesar 26,3 persen secara tahunan. Dilansir dari Suara, laba bersih PSGO menyentuh angka Rp442,8 miliar pada 2025, melonjak dari posisi Rp350,6 miliar di tahun 2024.

Disiplin dalam pengelolaan beban operasional serta peningkatan produktivitas lahan menjadi faktor utama pendorong performa positif ini. Kondisi tersebut dicapai perseroan di tengah situasi industri kelapa sawit global yang dinamis serta adanya fluktuasi harga komoditas di pasar internasional.

Indikator profitabilitas perusahaan juga terlihat solid dengan raihan EBITDA sebesar Rp752,3 miliar. Perseroan berhasil menjaga margin EBITDA di level 29,5 persen, yang memperkuat struktur keuangan untuk pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di masa depan.

Dari sisi aktivitas operasional, emiten perkebunan ini mencatatkan volume produksi Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun inti sebanyak 355,2 ribu ton. Sementara itu, total produksi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dilaporkan mencapai 140,2 ribu ton.

Produktivitas kebun inti berada pada angka 17,8 ton per hektar. Angka yield ini diproyeksikan masih memiliki ruang untuk terus tumbuh seiring dengan bertambahnya usia rata-rata pohon kelapa sawit menuju masa tanaman prima.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Palma Serasih Tbk, Astrida Niovita Bachtiar, menjelaskan bahwa kunci pertumbuhan berkelanjutan terletak pada integrasi berbagai aspek manajemen. Hal ini mencakup efisiensi, standarisasi operasional, hingga tanggung jawab sosial dan lingkungan.

"Kinerja tahun 2025 menjadi fondasi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan ke depan," kata Astrida Niovita Bachtiar.

Fokus Strategis dan Komitmen Keberlanjutan 2026

Memasuki tahun 2026, perseroan menetapkan target pertumbuhan melalui penguatan efisiensi dan peningkatan hasil panen. Strategi ekspansi akan dilakukan secara selektif dengan tetap mengedepankan praktik agrikultur terbaik di seluruh lini bisnis.

Perusahaan yang mengelola area tertanam seluas lebih dari 28 ribu hektar di Kalimantan Timur ini berkomitmen pada kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE). Kawasan bernilai konservasi tinggi, termasuk di wilayah Wehea-Kelay, dipastikan mendapat perlindungan khusus.

Dalam upaya melindungi keanekaragaman hayati, perseroan berkolaborasi dengan Borneo Orangutan Survival Foundation serta The Nature Conservancy. Kerja sama ini difokuskan pada program rehabilitasi habitat orangutan sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan.

Selain aspek ekologi, aspek sosial juga diperkuat melalui kemitraan dengan petani plasma yang telah dirintis sejak tahun 2009. Dukungan terhadap masyarakat lokal mencakup pemberdayaan ekonomi serta penyediaan infrastruktur pendidikan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Standar operasional yang ramah lingkungan juga dibuktikan dengan kepemilikan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi kebun inti dan plasma. Perseroan pun mempertahankan sertifikasi internasional lainnya seperti ISCC dan GGL guna memenuhi standar pasar global.

"Keberlanjutan bukan hanya bagian dari kepatuhan, melainkan fondasi dalam setiap pengambilan keputusan strategis kami. Kami berkomitmen terus menciptakan nilai jangka panjang yang seimbang bagi pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan," ujar Astrida Niovita Bachtiar.

Artikel terkait

Rekomendasi