Laba Bersih OCBC Melesat 5 Persen Menjadi Rp 1,36 Triliun

Laba Bersih OCBC Melesat 5 Persen Menjadi Rp 1,36 Triliun
Foto: Ilustrasi Laba Bersih OCBC Melesat 5 Persen Menjadi Rp 1,36 Triliun.

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) menorehkan pertumbuhan kinerja positif sepanjang kuartal I-2026. Capaian ini diraih di tengah ketatnya perebutan likuiditas dan persaingan industri perbankan domestik yang semakin dinamis, seperti dikutip dari Keuangan.

Hingga Maret 2026, lembaga keuangan ini berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 1,36 triliun. Jumlah tersebut memperlihatkan kenaikan sebesar 5% secara tahunan (year on year/yoy) yang disokong oleh pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 6% yoy.

Pertumbuhan juga terlihat pada pos neraca keuangan perusahaan. Total aset ekspansi hingga 7% yoy menjadi Rp 312,9 triliun, sementara dana yang disalurkan dalam bentuk kredit menembus Rp 171 triliun dengan kualitas yang aman.

Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja mengonfirmasi bahwa realisasi target bisnis perseroan sepanjang periode ini masih berjalan sesuai ekspektasi para pemegang saham.

ÔÇ£Hingga saat ini, kinerja OCBC tumbuh secara positif. Bank terus menjaga fundamental bisnis yang sehat melalui pengelolaan risiko yang prudent serta fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan,ÔÇØ ujar Parwati kepada Kontan.co.id, Selasa (19/5/2026).

Kondisi kesehatan finansial bank juga tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross yang terkendali pada angka 2,1%. Di sisi lain, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level kuat yakni 25%.

ÔÇ£Tingkat permodalan yang kuat memberikan ruang yang memadai untuk ekspansi bisnis ke depan,ÔÇØ katanya.

Lini bisnis elektronik korporasi maupun individu turut mencatatkan lompatan performa signifikan. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, akumulasi nominal transaksi lewat e-channel terkerek hingga 15% yoy.

Peningkatan ini ditopang oleh jumlah pengguna aktif layanan internet banking serta aplikasi OCBC Mobile segmen ritel yang naik 8% yoy. Sementara itu, pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk korporasi melonjak hingga 20% yoy.

Strategi Wealth Management dan Penguasaan Pasar

Parwati menegaskan bahwa perusahaan bakal konsisten memacu performa di seluruh lini bisnis pada tahun ini. Penekanan strategi tetap mengutamakan aspek kehati-hatian demi menjaga stabilitas fundamental.

Selain memperbesar porsi dana murah atau current account saving account (CASA), manajemen menetapkan sektor wealth management sebagai pilar motor pertumbuhan yang baru.

ÔÇ£Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pengelolaan aset dan investasi, kami melihat permintaan layanan wealth management akan terus bertumbuh,ÔÇØ ujarnya.

Guna mempercepat dominasi di segmen manajemen investasi ini, korporasi mengeksekusi aksi korporasi strategis. Langkah tersebut dilakukan dengan mengambil alih portofolio International Wealth and Premier Banking (IWPB) kepunyaan HSBC Indonesia.

Manajemen optimistis pemanfaatan diferensiasi layanan, optimalisasi sistem digital, dan penguatan relasi nasabah menjadi modal kuat untuk bersaing di industri modal.

Parwati menambahkan, ruang ekspansi bank asing di Indonesia masih cukup besar meskipun pangsa pasar industri saat ini masih di bawah 25%.

ÔÇ£Bank melihat ruang untuk memperluas pangsa pasar secara bertahap dan berkelanjutan sesuai strategi bisnis dan prinsip kehati-hatian,ÔÇØ katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi