PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan hulu migas swasta terbesar di Indonesia ini berhasil membukukan laba bersih sebesar 67 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,1 triliun.
Seperti dikutip dari Investortrust, lonjakan keuntungan ini dipicu oleh kenaikan volume produksi yang mencapai dua digit. Selain itu, reli harga minyak mentah global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperketat pasokan dunia dan menguntungkan perseroan.
Keberhasilan mengintegrasikan aset-aset berproduksi tinggi di Oman serta Blok Natuna dan Koridor di Indonesia membuat Medco mampu menjaga rasio utang bersih terhadap EBITDA tetap stabil pada level 1,7x. Di saat yang sama, perusahaan juga agresif memperluas ekspansi ke sektor energi terbarukan dan pertambangan tembaga.
Pendapatan perseroan tumbuh 19 persen secara tahunan menjadi 668 juta dolar AS, yang mendorong kenaikan EBITDA hingga mencapai 351 juta dolar AS. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan total produksi harian sebesar 18 persen menjadi 169.000 barel setara minyak per hari (mboepd).
"The performance in early 2026 was supported by increased EBITDA and net profit, backed by higher production and improving contributions from our power and mining segments," kata CEO Medco Roberto Lorato dalam rilis resmi pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Peningkatan produksi tersebut momentumnya sangat tepat dengan kenaikan harga di pasar global. Harga rata-rata minyak terealisasi naik menjadi 75 dolar AS per barel dari 63 dolar AS pada periode sebelumnya, bahkan sempat menyentuh puncaknya di angka 94 dolar AS per barel pada Maret. Sementara itu, harga gas terealisasi naik menjadi 7,2 dolar AS per juta British thermal unit (mmbtu).
Ekspansi Regional dan Transisi Energi Bersih
Medco bergerak cepat memperkuat posisinya sebagai operator regional melalui penandatanganan Cendramas Production Sharing Contract (PSC) pada 31 Maret 2026 yang menandai kembalinya perusahaan sebagai operator lepas pantai di Malaysia. Di Oman, kegiatan eksplorasi berhasil menemukan cadangan baru Khaleel di Karim Small Fields.
Di sisi lain, diversifikasi ke energi bersih terus berjalan melalui lini bisnis Medco Power yang mencatatkan kenaikan penjualan listrik sebesar 21 persen menjadi 1.053 GWh. Saat ini, porsi energi terbarukan telah berkontribusi hampir 30 persen dari total keseluruhan penjualan listrik perusahaan.
Kontribusi Sektor Pertambangan
Kepemilikan saham Medco di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi salah satu penopang utama pendapatan. Lini bisnis tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia ini menyumbang sebesar 34 juta dolar AS terhadap laba bersih Medco.
Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, tambang tersebut berhasil memproduksi 101 juta pon tembaga dan 136.000 ons emas.
"Our first-quarter performance reflects MedcoEnergi's continued focus on operational excellence, disciplined financial management, and long-term growth," ujar Hilmi Panigoro, Direktur Utama Medco Energi.
Hilmi menegaskan bahwa manajemen tetap mempertahankan target pemenuhan panduan penuh tahun 2026 dengan volume produksi hingga 170 mboepd dan biaya pengangkatan (lifting cost) di bawah 10 dolar AS per barel.