Laba Bersih Mayora Indah Melonjak 37,15 Persen pada Kuartal I 2026

Laba Bersih Mayora Indah Melonjak 37,15 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Mayora Indah Melonjak 37,15 Persen pada Kuartal I 2026.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang periode Januari hingga Maret 2026. Keberhasilan ini didorong oleh langkah efisiensi bisnis yang efektif di tengah penurunan angka penjualan.

Dikutip dari Market, laporan keuangan kuartal pertama 2026 yang belum diaudit menunjukkan MYOR mengantongi laba bersih sebesar Rp945,58 miliar. Angka tersebut melesat 37,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp689,44 miliar.

Meskipun laba bersih melonjak, perseroan sebenarnya mencatat penurunan penjualan bersih sebesar 4,74 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Nilai penjualan menyusut dari Rp9,86 triliun menjadi Rp9,39 triliun.

Penurunan ini dipicu oleh koreksi di pasar domestik yang mencapai 8,22 persen YoY dengan nilai Rp5,68 triliun. Sebaliknya, pasar ekspor menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan 1,33 persen YoY menjadi Rp3,72 triliun.

Selain itu, terdapat kenaikan pada komponen retur penjualan yang mencapai Rp10,93 miliar pada kuartal pertama 2026. Jumlah ini meningkat cukup tajam dibandingkan posisi triwulan pertama tahun lalu yang sebesar Rp3,49 miliar.

Strategi Efisiensi Beban Pokok

Kunci pertumbuhan laba MYOR terletak pada kemampuan perusahaan menekan beban pokok penjualan. Emiten konsumsi ini berhasil menurunkan beban tersebut sebesar 10,37 persen, dari Rp7,69 triliun pada 2025 menjadi Rp6,89 triliun pada 2026.

Biaya produksi secara keseluruhan berhasil dipangkas hingga Rp553,80 miliar atau setara 7,86 persen YoY. Penurunan ini mencakup biaya bahan baku dan pembungkus langsung yang merosot 8,79 persen dibandingkan tahun lalu.

Efisiensi juga dilakukan pada sektor tenaga kerja langsung yang turun 5 persen YoY, serta biaya produksi tidak langsung yang lebih rendah 4,54 persen. Hal ini memungkinkan perseroan meraih laba bruto Rp2,49 triliun, tumbuh 15,26 persen dari sebelumnya Rp2,16 triliun.

Kondisi Aset dan Ekuitas Perusahaan

Meninjau posisi neraca keuangan, total aset Mayora Indah mengalami koreksi sebesar 8,73 persen sejak awal tahun (year to date/YtD) menjadi Rp28,64 triliun. Penurunan aset ini sejalan dengan berkurangnya liabilitas perusahaan.

Kewajiban atau liabilitas MYOR tercatat turun signifikan sebesar 27,38 persen YtD menjadi Rp9,45 triliun. Di sisi lain, kekuatan permodalan atau total ekuitas perusahaan justru mengalami peningkatan sebesar 4,48 persen YtD menjadi Rp19,18 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi