KB Bank Cetak Laba Bersih Rp10,7 Miliar pada Triwulan I/2026

KB Bank Cetak Laba Bersih Rp10,7 Miliar pada Triwulan I/2026
Foto: Ilustrasi KB Bank Cetak Laba Bersih Rp10,7 Miliar pada Triwulan I/2026.

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) mengantongi laba bersih senilai Rp10,7 miliar pada triwulan I/2026 yang diumumkan pada Selasa (5/5/2026). Meskipun angka ini menyusut dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar Rp352 miliar, perseroan berhasil mempertahankan posisi keuntungan di zona positif.

Pertumbuhan kinerja operasional menjadi sorotan utama dalam laporan keuangan kali ini. Dilansir dari Finansial, KB Bank untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan KB Financial Group pada 2020 membukukan laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) positif sebesar Rp9 miliar.

Pencapaian laba operasional tersebut dinilai sebagai indikator kuat adanya perbaikan pada fundamental bisnis perusahaan. Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menegaskan bahwa hasil ini menunjukkan perusahaan sedang melaju di lintasan yang tepat.

"Kinerja triwulan I-2026 menunjukkan KB Bank terus berada di jalur yang tepat, dengan perbaikan yang tercermin dari pertumbuhan kredit, penguatan dana murah, peningkatan margin bunga bersih, dan PPOP yang kembali positif. Meski demikian, kami menyadari masih terdapat ruang untuk perbaikan, terutama dalam kualitas kredit, fundamental bisnis secara keseluruhan, serta penguatan struktur permodalan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Fokus kami ke depan adalah menjaga momentum ini melalui pertumbuhan berkualitas, pengelolaan risiko yang disiplin, serta penguatan sinergi dengan KB Financial Group," katanya Kunardy Darma Lie, Direktur Utama KB Bank.

Data keuangan menunjukkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) perseroan melonjak tajam hingga 97,28 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp363 miliar. Lonjakan NII ini didorong oleh kenaikan margin bunga bersih (NIM) yang mencapai 2,09 persen dari posisi 1,09 persen pada tahun lalu.

Sektor penyaluran kredit juga mengalami ekspansi sebesar 2,61 persen YoY menjadi Rp43,19 triliun. Secara lebih spesifik, kredit lancar tercatat naik 4,76 persen YoY ke angka Rp34,02 triliun, yang menandakan adanya peningkatan kualitas aset secara bertahap.

Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola mencapai Rp41,52 triliun. Struktur pendanaan perusahaan menjadi lebih efisien seiring tumbuhnya dana murah (CASA) sebesar 5,74 persen YoY menjadi Rp13,09 triliun.

Manajemen KB Bank memproyeksikan masih adanya ruang untuk optimalisasi lebih lanjut pada aspek kualitas kredit dan struktur permodalan. Langkah strategis ke depan akan dipusatkan pada penguatan sinergi bersama KB Financial Group guna menjamin keberlanjutan performa bisnis di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi