Laba Bersih Jasa Armada Indonesia Naik Menjadi Rp45,57 Miliar

Laba Bersih Jasa Armada Indonesia Naik Menjadi Rp45,57 Miliar
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Jasa Armada Indonesia Naik Menjadi Rp45,57 Miliar.

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), emiten yang merupakan bagian dari Grup Pelindo, mencatatkan pertumbuhan positif pada periode awal tahun ini. Dikutip dari Market, perseroan berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp45,57 miliar pada kuartal I/2026.

Pencapaian tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 3,03% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Sebagai perbandingan, pada periode yang sama di tahun sebelumnya, anak usaha Pelindo ini membukukan laba sebesar Rp44,24 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, struktur pendapatan perseroan masih didominasi secara signifikan oleh sektor jasa pelayanan kapal. Segmen ini menyumbang Rp334,51 miliar atau mencakup 96,34% dari total pendapatan operasional perusahaan.

Layanan jasa pengangkutan beserta lini bisnis lainnya turut menunjukkan tren kenaikan. Lini ini tercatat menyumbang pendapatan sebesar Rp12,71 miliar, yang berarti tumbuh 11,12% jika dibandingkan dengan perolehan tahun lalu.

Kontribusi terbesar pada jasa pelayanan kapal berasal dari sektor pelabuhan umum yang mencapai Rp155,73 miliar. Sementara itu, Terminal Khusus (Tersus) menyumbangkan Rp114,11 miliar dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) sebesar Rp64,68 miliar.

Pertumbuhan spesifik terlihat pada segmen pelabuhan umum yang naik 2,50% serta segmen TUKS yang meningkat 5,14% secara tahunan. Peningkatan ini memperkuat basis pendapatan perusahaan di awal tahun 2026.

Dari sisi posisi keuangan, total aset IPCM mengalami ekspansi menjadi Rp1,79 triliun pada akhir Maret 2026. Angka ini meningkat 4,39% dari posisi aset pada akhir tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp1,71 triliun.

Efisiensi Operasional dan Arus Kas

Ketangguhan kinerja keuangan ini juga didukung oleh kondisi arus kas operasional yang sangat solid. Perseroan mencatat lonjakan arus kas sebesar 36,29% menjadi Rp102,10 miliar dari posisi sebelumnya Rp74,91 miliar.

Manajemen IPCM juga menerapkan langkah efisiensi yang ketat pada beban operasional serta beban umum dan administrasi. Penurunan beban-beban tersebut menjadi faktor kunci dalam menjaga profitabilitas di tengah kondisi eksternal yang penuh tekanan.

Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, menyampaikan pandangan optimis terhadap target perusahaan sepanjang tahun 2026. Ia menegaskan bahwa fokus utama tetap pada penguatan fundamental bisnis dan kemitraan strategis.

"Di tengah tantangan ekonomi global, IPCM tetap optimistis dapat meningkatkan kinerja pada 2026 dengan menjaga fundamental usaha yang kuat, kerja sama yang lebih erat dengan mitra, serta optimalisasi armada dan awak kapal," ujar Shanti Puruhita.

Strategi Ekspansi dan Inovasi Bisnis

Guna memperluas jangkauan pasar, IPCM secara resmi memperpanjang kolaborasi dengan PT Cemindo Gemilang Tbk. Kerja sama ini mencakup penyediaan layanan pemanduan serta penundaan kapal di Terminal Khusus Bayah, Banten.

Selain itu, penetrasi layanan maritim juga dilakukan melalui penyediaan jasa ship-to-ship (STS) di area perairan Sungai Musi, Palembang. Langkah ekspansif ini bertujuan memperkuat peran perseroan dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.

Di sisi lain, upaya inovasi perusahaan mendapatkan pengakuan dalam ajang Anugerah BUMN 2026. IPCM meraih penghargaan sebagai Inovasi Bisnis Perusahaan Terbaik III atas komitmennya dalam meningkatkan daya saing melalui berbagai terobosan operasional.

Artikel terkait

Rekomendasi