Laba Bersih Japfa Melonjak 166 Persen Jadi Rp1,8 Triliun Kuartal I-2026

Laba Bersih Japfa Melonjak 166 Persen Jadi Rp1,8 Triliun Kuartal I-2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Japfa Melonjak 166 Persen Jadi Rp1,8 Triliun Kuartal I-2026.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada kuartal I-2026. Perusahaan membukukan lonjakan laba bersih sebesar 166 persen menjadi Rp1,8 triliun. Saham JPFA yang masuk dalam indeks LQ45 dinilai sedang murah dan memiliki potensi keuntungan besar tahun ini seiring kinerja keuangan yang mengkilap, dikutip dari Investor Daily.

Berdasarkan hasil riset dari UOB Kay Hian, perolehan laba bersih JPFA pada kuartal pertama tahun ini berhasil melampaui proyeksi serta konsensus para analis. Pencapaian tersebut masing-masing menyentuh angka 37 persen dan 44 persen dari estimasi setahun penuh. Peningkatan ini ditopang kuat oleh pertumbuhan pendapatan dan margin keuntungan.

ÔÇ£Kuartal I-2026, pendapatan JPFA naik 24% secara tahunan, didorong oleh musim Lebaran dan lebih tingginya realisasi program makan bergizi gratis (MBG),ÔÇØ tulis broker itu, Rabu (20/5/2026).

Selain faktor musim Lebaran dan program makan bergizi gratis, kenaikan harga komoditas turut mendongkrak performa perusahaan. Harga ayam JPFA tercatat merangkak naik 15 persen secara tahunan menjadi Rp22.100 per kilogram. Sementara itu, harga day old chick (DOC) mengalami kenaikan 24 persen menjadi Rp6.800 per ekor. Kondisi ini membuat margin laba usaha perusahaan terkerek naik dari posisi 12,9 persen menjadi 14,8 persen.

UOB Kay Hian memprediksi tingkat laba bersih JPFA akan mengalami normalisasi setelah melewati momentum hari raya Lebaran. Di sisi lain, potensi peningkatan biaya produksi berpeluang terjadi pada periode berikutnya. Walau demikian, JPFA diperkirakan mampu mengatasi tantangan tersebut berkat penetrasi pasar yang sangat kuat di sektor bisnis perunggasan nasional.

Target Harga Saham dan Proyeksi Kinerja 2026

Pihak broker memproyeksikan total pendapatan JPFA untuk keseluruhan tahun 2026 bisa menyentuh Rp67,9 triliun. Angka perkiraan ini meningkat jika dibandingkan dengan perolehan tahun lalu yang berada di posisi Rp60,7 triliun. Untuk laba bersih setahun penuh, nilainya ditaksir melonjak dari Rp4 triliun menjadi Rp4,9 triliun.

Melihat performa tersebut, UOB Kay Hian tetap mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham JPFA. Target harga saham dipatok pada level Rp3.330 per lembar saham. Target ini mencerminkan adanya potensi keuntungan sebesar 31 persen dari harga saat riset disusun yakni Rp2.530, yang setara dengan price to earning ratio (PER) sebanyak 8 kali.

Artikel terkait

Rekomendasi