Laba Bersih ITMG Turun Menjadi US$ 55,70 Juta pada Kuartal I-2026

Laba Bersih ITMG Turun Menjadi US$ 55,70 Juta pada Kuartal I-2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih ITMG Turun Menjadi US$ 55,70 Juta pada Kuartal I-2026.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan penurunan laba bersih menjadi US$ 55,70 juta pada kuartal I-2026 dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 66,42 juta. Manajemen ITMG menyampaikan rilis kinerja keuangan tersebut di Jakarta pada Rabu (13/5/2026).

Pelemahan keuntungan ini berbanding terbalik dengan pendapatan perseroan yang naik dari US$ 482,51 juta menjadi US$ 497,57 juta, seperti dilansir dari Investortrust. Manajemen ITMG menjelaskan peningkatan pendapatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan volume penjualan batu bara sebesar 6 persen secara tahunan menjadi 6,3 juta ton.

Sebaliknya, produksi batu bara ITMG justru menyusut menjadi 4,7 juta ton pada kuartal I-2026 dari sebelumnya 5,3 juta ton pada kuartal I-2025. Manajemen mengonfirmasi bahwa penurunan angka produksi ini disebabkan oleh faktor curah hujan tinggi di area tambang.

Faktor utama pemicu penurunan laba bersih adalah pelemahan rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) dari US$ 82 per ton menjadi US$ 79 per ton. Selain itu, beban pokok pendapatan ikut membengkak 5 persen karena kenaikan volume penjualan, termasuk pasokan dari pihak ketiga sebanyak 0,7 juta ton serta pengelolaan persediaan akhir tahun 2025.

Kenaikan volume penjualan juga berimplikasi pada peningkatan pembayaran royalti kepada pemerintah sebesar 9 persen secara tahunan menjadi US$ 58 juta. Di sisi keuangan, total aset ITMG dilaporkan relatif stabil pada angka US$ 2,405 miliar dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

Perseroan saat ini mengantongi kas dan setara kas sebesar US$ 747 juta, dengan deposito jangka pendek senilai US$ 192 juta atau setara 39 persen dari total aset. Sementara itu, total liabilitas berhasil ditekan turun menjadi US$ 480 juta dari US$ 498 juta pada akhir 2025, dan total ekuitas naik menjadi US$ 1,925 miliar karena pertumbuhan laba ditahan.

Sebelumnya, emiten pertambangan ini telah menyepakati total dividen tahun buku 2025 sebesar US$ 115 juta atau 60 persen dari laba bersih. Setelah dividen interim sebesar US$ 50 juta terbayar pada 26 November 2025, sisa dividen senilai US$ 65 juta atau Rp 992 per saham dijadwalkan didistribusikan kepada pemegang saham pada 19 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi