Laba Bersih Indosat Tumbuh 13,75 Persen di Kuartal I 2026

Laba Bersih Indosat Tumbuh 13,75 Persen di Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Indosat Tumbuh 13,75 Persen di Kuartal I 2026.

PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatatkan performa keuangan yang impresif pada pembukaan tahun 2026 dengan perolehan laba bersih yang tumbuh dua digit. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, emiten telekomunikasi ini berhasil menjaga tren pendapatan di level moderat selama tiga bulan pertama.

Dikutip dari Market, perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyentuh angka Rp1,49 triliun hingga 31 Maret 2026. Realisasi tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 13,75 persen jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai Rp1,31 triliun.

Kenaikan profitabilitas ini sejalan dengan meningkatnya laba per saham perseroan yang kini berada di posisi Rp46,24, naik dari sebelumnya Rp40,65 pada akhir Maret 2025. Pendapatan bersih perusahaan juga mengalami ekspansi tahunan sebesar 12,10 persen menjadi Rp15,22 triliun.

Sektor seluler tetap menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi sebesar Rp12,7 triliun. Sementara itu, segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) menyumbangkan Rp2,3 triliun, diikuti oleh layanan komunikasi tetap yang memberikan andil senilai Rp212,83 miliar.

Peningkatan aktivitas operasional turut mendorong beban pokok perseroan naik 13,11 persen secara tahunan menjadi Rp12,20 triliun. Meski demikian, ISAT tetap mampu mengantongi laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp1,92 triliun atau tumbuh 9,31 persen dibandingkan kuartal I/2025.

Manajemen perusahaan juga melaporkan posisi likuiditas yang semakin solid. Saldo kas dan setara kas melonjak signifikan sebesar 30 persen menjadi Rp5,56 triliun, memberikan ruang gerak finansial yang lebih luas bagi perseroan.

Dari sisi neraca, total aset Indosat mencapai Rp122,10 triliun hingga akhir Maret 2026, tumbuh 2,93 persen sejak awal tahun. Pertumbuhan ini diimbangi dengan kenaikan ekuitas sebesar 3,87 persen menjadi Rp41,03 triliun, sementara liabilitas tercatat sebesar Rp81,06 triliun.

Optimalisasi Pendapatan Per Pelanggan

Terdapat dinamika unik pada sisi basis pelanggan, di mana rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) meningkat namun jumlah total pelanggan mengalami sedikit penyusutan. Indosat mencatat ARPU prabayar naik 14,84 persen secara tahunan menjadi Rp44.100.

Kenaikan tersebut mendorong ARPU gabungan ke angka Rp45.200 atau tumbuh 15,3 persen. Di sisi lain, jumlah pengguna prabayar berkurang sekitar 2 juta orang menjadi 92 juta pelanggan, sedangkan pelanggan pascabayar bertahan stabil di angka 2 juta pengguna.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut yang menurutnya mencerminkan strategi monetisasi perusahaan yang semakin efektif.

"Kinerja awal tahun yang solid ini menggambarkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi dan memberikan nilai yang nyata bagi pelanggan," kata Vikram.

Ia juga menyoroti pertumbuhan trafik data sebesar 25,1 persen yang menunjukkan ketergantungan pelanggan terhadap konektivitas digital yang berkualitas tinggi semakin besar di awal tahun ini.

Guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan, Indosat fokus meningkatkan infrastruktur jaringan 5G dan mengadopsi kapabilitas berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menghadirkan pengalaman layanan yang lebih personal dan aman bagi para penggunanya.

Artikel terkait

Rekomendasi