PT Indosat Tbk (ISAT) berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,49 triliun pada kuartal I-2026. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang bernilai Rp 1,31 triliun.
Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan total pendapatan perseroan yang meningkat 12,1 persen menjadi Rp 15,22 triliun, dari sebelumnya Rp 13,57 triliun pada kuartal I-2025. Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (29/4/2026) yang dilansir dari Investortrust, kontribusi terbesar berasal dari segmen selular yang menyumbang Rp 12,70 triliun.
Selain lini selular, segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) turut menyokong pendapatan sebesar Rp 2,30 triliun, serta telekomunikasi tetap sebesar Rp 212,83 miliar. Di sisi lain, emiten telekomunikasi ini mencatat lonjakan total beban dari Rp 10,78 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp 12,20 triliun pada kuartal awal tahun ini.
Beban penyelenggaraan jasa menjadi pos pengeluaran terbesar dengan nilai Rp 6,12 triliun, diikuti penyusutan dan amortisasi senilai Rp 4,11 triliun, serta beban karyawan sebesar Rp 1,22 triliun. Meski beban meningkat, ISAT tetap mengantongi kenaikan laba usaha menjadi Rp 3,02 triliun dari posisi sebelumnya Rp 2,79 triliun.
Perseroan juga mencatatkan tambahan dari penghasilan bunga sebesar Rp 56,60 miIiar dan keuntungan selisih kurs bersih senilai Rp 12,88 miIiar. Setelah dikurangi biaya keuangan sebesar Rp 1,16 triliun, laba sebelum pajak penghasilan emiten tercatat mencapai Rp 1,92 triliun.
Pertumbuhan positif ini memicu kenaikan laba per saham perusahaan menjadi Rp 46,24 dari sebelumnya sebesar Rp 40,65. Nilai laba periode berjalan setelah potongan beban pajak Rp 397,26 miliar bertengger di angka Rp 1,53 triliun.