Kinerja keuangan Fore Kopi Indonesia (FORE) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada awal tahun ini. Dilansir dari Investortrust, perusahaan kopi berbasis teknologi ini membukukan lonjakan laba bersih sebesar 60,5 persen menjadi 593.000 dolar AS atau setara dengan Rp9,43 billion pada kuartal pertama tahun 2026.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 52,4 persen secara tahunan menjadi 27.9 juta dolar AS atau sekitar Rp444 billion. Pencapaian ini didorong oleh ekspansi gerai yang masif ke kota-kota di level tier-2 dan tier-3.
Hingga Maret 2026, jaringan kedai Fore Kopi melonjak menjadi 338 outlet aktif, meningkat 35 persen dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 251 outlet. Ekspansi ini memperluas margin EBITDA perusahaan hingga mencapai 18,3 persen.
Langkah penambahan titik penjualan baru ini berhasil memperlebar margin laba kotor perusahaan sebesar 66,7 persen secara tahunan menjadi 5.1 juta dolar AS atau senilai Rp81,1 billion. Lebih dari 40 persen dari 20 gerai baru yang dibuka pada awal tahun ini berlokasi di kota-kota tier-2 dan tier-3.
Presiden Direktur Fore Kopi Indonesia, Vico Lomar, menyatakan bahwa hasil positif ini diraih berkat eksekusi operasional yang tepat di tengah tantangan kuartal pertama yang biasanya melambat akibat momentum Ramadan.
"Pencapaian ini patut diapresiasi mengingat adanya tekanan ganda dari low season Ramadan dan lingkungan geopolitik global yang semakin tidak menentu," kata Vico Lomar dalam pernyataan resmi pada 20 April.
Vico Lomar menambahkan bahwa perseroan tetap memegang teguh strategi alokasi modal yang ketat setelah melangsungkan penawaran umum perdana saham (IPO).
"Setiap pembukaan gerai baru dilakukan melalui proses pemilihan lokasi yang matang dan penggunaan dana IPO yang disiplin, dengan fokus untuk menghasilkan imbal hasil yang berkelanjutan bagi pemegang saham," ujar Vico Lomar.
Pertumbuhan Bisnis dan Diversifikasi Menu
Sementara itu, Komisaris Utama Fore Kopi Indonesia, Willson Cuaca, menilai peningkatan performa bisnis ini merefleksikan posisi merek yang kuat di tengah masyarakat, khususnya saat periode libur panjang.
"Pertumbuhan 60,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu membuktikan bahwa kami telah menjadi tempat nongkrong de-facto bagi masyarakat Indonesia," kata Willson Cuaca.
Selain mengandalkan menu minuman kopi, perusahaan juga mulai memacu lini bisnis baru melalui produk pastry lewat merek Fore Donut untuk menyasar pasar camilan bermargin tinggi. Setelah memperkenalkan dua outlet pada akhir tahun 2025, Fore Kopi menambah lima lokasi baru untuk Fore Donut sepanjang kuartal pertama 2026.