PT FAP Agri Tbk (FAPA) mencatatkan pencapaian keuangan yang impresif dengan lonjakan laba bersih melebihi 96 persen sepanjang tahun buku 2025. Performa gemilang perusahaan perkebunan kelapa sawit ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat.
Dilansir dari Investortrust, laporan keuangan yang diserahkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai penjualan perseroan menembus angka Rp 7,58 triliun pada 2025. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp 5,74 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut mengerek laba bruto perseroan secara signifikan menjadi Rp 2,28 triliun. Sebagai perbandingan, pada periode tahun sebelumnya, laba bruto tercatat berada di level Rp 1,32 triliun.
Meskipun beban usaha mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 556,83 miliar, FAPA tetap mampu mempertahankan efisiensi operasional. Laba usaha tercatat tumbuh kuat menjadi Rp 1,73 triliun, atau hampir dua kali lipat dari posisi Rp 876,69 miliar pada tahun 2024.
Dalam laporan tersebut, perseroan membukukan beban bersih senilai Rp 238,82 miliar. Komponen ini dipengaruhi oleh beban keuangan sebesar Rp 322,56 miliar serta adanya faktor kerugian selisih kurs.
Hasil operasional yang solid ini membawa laba sebelum pajak penghasilan melonjak ke angka Rp 1,49 triliun dari sebelumnya Rp 774,68 miliar. Setelah dilakukan pemotongan beban pajak penghasilan sebesar Rp 366,93 miliar, laba bersih tahun berjalan terkumpul Rp 1,12 triliun.
Perolehan laba bersih tersebut meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 571,45 miliar. Total laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turut terkerek naik menjadi Rp 1,06 triliun dari Rp 542,47 miliar.
Kondisi ini memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena laba per saham dasar ikut melesat. Nilainya meningkat signifikan dari Rp 151,02 menjadi Rp 296,59 per lembar saham.
Perubahan Pengendali Saham Perseroan
Di sisi korporasi, FAP Agri (FAPA) juga mengumumkan adanya transisi pengendalian saham. Posisi pengendali beralih dari Prinsep Management Ltd kepada PT Prinsep Indo HLD melalui transaksi akuisisi besar.
PT Prinsep Indo HLD resmi menguasai 79,311 persen saham FAPA setelah melakukan akuisisi dari Prinsept Management pada 26 Maret 2026. Langkah strategis ini menandai babak baru dalam struktur kepemilikan perusahaan.
Kendati terjadi peralihan entitas pengendali, manajemen memastikan tidak ada perubahan pada pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner). Hal ini dikarenakan PT Prinsep Indo HLD merupakan anak perusahaan dari Prinsep Management Ltd yang beroperasi sesuai ketentuan hukum di Indonesia.