PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mengumumkan pertumbuhan positif pada kinerja keuangan mereka sepanjang kuartal I-2026. Emiten yang berada di bawah kendali Rajwali Corpora ini berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sekaligus laba bersih. Hasil positif tersebut diraih berkat penguatan fundamental operasional, efisiensi biaya, serta peningkatan produktivitas.
Dilansir dari Investortrust, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp1,38 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,27 triliun. Laba periode berjalan juga melonjak dua digit dari Rp 76,01 miliar menjadi Rp 84,95 miliar, sementara EBITDA tercatat sebesar Rp 446 giga dengan pertumbuhan dua digit.
Pertumbuhan performa ini dipicu oleh volume penjualan yang merangkak naik sebesar 9 persen, dari 77.700 ton menjadi 85.000 ton. Optimalisasi operasional yang dilakukan perseroan di tengah pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) yang kondusif membuat momentum ekspansi tetap terjaga dengan efisiensi yang ketat.
Dalam rencana strategis jangka panjang, perusahaan fokus mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menciptakan nilai tambah. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memicu kinerja operasional sekaligus memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan serta masyarakat luas.
Komitmen keberlanjutan ini dibuktikan dengan perolehan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) oleh anak usaha mereka, PT Adhyaksa Dharma Satya, pada 20 April 2026. Pencapaian ini menjadi sertifikasi kelima dari total tujuh pabrik kelapa sawit yang dimiliki BWPT, atau setara dengan 70 persen dari seluruh fasilitas pengolahan mereka.
Selain sertifikasi, emiten kelapa sawit ini memacu inovasi melalui kemitraan strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang disepakati pada 16 April 2026 di Jakarta. Sinergi kedua lembaga difokuskan pada pengolahan produk turunan kelapa sawit dan pemanfaatan biomassa secara berkelanjutan.
Melalui penerapan teknologi bio-pyrolysis, perseroan mengembangkan metode konversi limbah kelapa sawit dan sampah plastik menjadi bio-oil. Kerja sama ini juga mencakup pembuatan Green Carbon Black dari tandan kosong sebagai alternatif bahan baku ramah lingkungan guna mendorong industri rendah karbon.
Fokus Produktivitas dan Kemitraan Petani Plasma
Direktur Utama BWPT Henderi Djunaidi menyatakan bahwa peningkatan capaian finansial pada kuartal I-2026 ini merefleksikan konsistensi dari eksekusi strategi yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.
"Fokus kami adalah memperkuat produktivitas dan efisiensi, serta memastikan inovasi yang dikembangkan mampu untuk memberikan nilai tambah yang nyata. ESG telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan kami. Selain itu, Perseroan juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui kerja sama dengan kurang lebih 7.000 petani plasma dalam program plasma mandiri," ujarnya.
Melalui penerapan strategi yang terukur serta eksekusi yang disiplin, manajemen BWPT menyatakan optimisme mereka untuk mempertahankan tren performa positif sepanjang tahun 2026. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi perseroan terhadap daya saing sektor industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan.