PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masuk dalam daftar kandidat penerima penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 kategori special award. Emiten tambang batu bara ini lolos seleksi awal karena memiliki kinerja keuangan yang solid, fundamental bisnis yang kuat, serta likuiditas saham yang tinggi.
Dilansir dari Investortrust, perusahaan dinilai mampu menjaga efisiensi operasional di tengah volatilitas harga komoditas global. Hal ini menjadi poin penting dalam penilaian yang menekankan daya tahan bisnis dan konsistensi penciptaan nilai bagi pemegang saham.
Ajang tahunan ini mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk. Penghargaan ini menyoroti emiten yang tetap perform di tengah tekanan geopolitik dunia, reformasi tata kelola, dan disiplin fiskal yang ketat.
Dalam prosesnya, indikator kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk menilai peserta, termasuk return saham 1 tahun dan pertumbuhan laba operasi selama 3 tahun. Dari total 967 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, hanya 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap lanjutan setelah melalui seleksi ketat.
Di tengah kondisi pasar komoditas yang fluktuatif, BUMI mencatatkan laba bersih sebesar US$ 81,01 juta pada 2025. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 20,05% secara tahunan jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang mencapai US$ 67,47 juta.
Lonjakan laba bersih ini sejalan dengan realisasi pendapatan perseroan yang mencapai US$ 1,42 billion pada 2025 berdasarkan keterbukaan informasi BEI. Perolehan total pendapatan tersebut meningkat sebesar 5,19% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 1,35 miliar.
Komoditas batu bara masih menjadi kontributor utama pendapatan dengan menyumbang US$ 1,17 miliar atau setara 82,5% dari total keseluruhan. Sementara itu, sisa pendapatan sebesar US$ 249,35 juta berasal dari lini komoditas emas serta perak.
Perseroan juga berhasil menekan beban pokok penjualan menjadi US$ 1,17 miliar sepanjang 2025, turun 1,68% dari tahun sebelumnya. Efisiensi ini mendorong kenaikan laba bruto sebesar 47,13% secara tahunan menjadi US$ 249,1 juta.
Pada sisi neraca, total aset BUMI tumbuh 1,20% menjadi US$ 4,21 miliar pada 2025 seiring akuisisi aset tambang mineral non-batu bara. Namun, liabilitas perusahaan bengkak 3,10% menjadi US$ 1,33 miliar, sehingga posisi total ekuitas berada pada level US$ 2,88 miliar.
Strategi Diversifikasi ke Sektor Mineral
BUMI kini memperkuat strategi diversifikasi bisnis dengan memperluas portofolio ke sektor mineral dan logam. Langkah ini diambil di tengah peningkatan harga komoditas logam di pasar global serta lesunya pasar komoditas batu bara.
Harga penjualan rata-rata batu bara perusahaan pada 2025 berada di level US$ 59,7 per ton berdasarkan acuan Freight on Board (FOB). Angka rata-rata penjualan tersebut mengalami penurunan sebesar 17% dari tahun sebelumnya.
ÔÇ£Kita fokus pada metal dan mineral sementara kita menjaga kokoh termal kita,ÔÇØ ujar Christopher.
Chief Corporate Affairs & Sustainability Officer BUMI, Christopher Fong, menyatakan bahwa perusahaan akan tetap mempertahankan segmen batu bara termal sebagai basis utama bisnis. Namun, arah pertumbuhan masa depan perseroan akan difokuskan pada segmen mineral seperti tembaga dan emas.