PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 25,6 persen secara tahunan menjadi US$43,01 juta atau setara Rp728,98 miliar pada kuartal I/2026. Pencapaian ini didorong oleh peningkatan performa pendapatan perseroan selama periode Januari hingga Maret 2026.
Pertumbuhan pendapatan sebesar 9,8 persen secara year on year (YoY) menjadi US$165,16 juta menjadi faktor utama kenaikan laba tersebut sebagaimana dilansir dari Market. Kontrak dengan pelanggan menyumbang porsi terbesar senilai US$112,46 juta atau mengalami kenaikan 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan rincian segmen usaha, penjualan listrik meningkat 15,4 persen YoY menjadi US$80,16 juta. Di sisi lain, penjualan uap mengalami penurunan tipis sebesar 1,1 persen YoY menjadi US$32,30 juta, sementara pendapatan sewa operasi naik 10,2 persen menjadi US$42,23 juta dan sewa pembiayaan tumbuh 4,4 persen menjadi US$10,47 juta.
Perseroan juga mencatatkan fluktuasi pada sejumlah pos beban dalam laporan keuangan yang tidak diaudit tersebut. Beban pajak penghasilan melonjak 11 persen YoY menjadi US$38,61 juta dan beban depresiasi naik 10,2 persen menjadi US$25,75 juta, namun beban keuangan berhasil ditekan turun 4,9 persen menjadi US$27,79 juta.
Laba periode berjalan BREN secara keseluruhan meningkat 24 persen dari US$42,40 juta pada tahun sebelumnya menjadi US$52,57 juta. Dari jumlah tersebut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$43,01 juta dibandingkan posisi US$34,24 juta pada triwulan pertama tahun lalu.
Pada sisi neraca, total aset perseroan hingga akhir Maret 2026 mencapai US$3,94 miliar atau tumbuh 1,9 persen year to date (YtD). Kewajiban atau liabilitas perusahaan berada di angka US$3 miliar, naik tipis 0,7 persen YtD, sedangkan ekuitas tercatat tumbuh sebesar 6 persen menjadi US$936,44 juta.