Laba Bersih BOLT Melonjak 31 Persen pada Kuartal I 2026

Laba Bersih BOLT Melonjak 31 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih BOLT Melonjak 31 Persen pada Kuartal I 2026.

PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada periode tiga bulan pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih tercatat melonjak 31,8% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 34 miliar dari posisi Rp 26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba ini dilansir dari Industri dipicu oleh kombinasi pertumbuhan pendapatan serta perbaikan marjin bruto. Manajemen BOLT menyebutkan bahwa efisiensi produksi yang berkelanjutan dan pengendalian biaya yang disiplin menjadi kunci utama keberhasilan perusahaan dalam menjaga keuntungan di awal tahun ini.

Sektor suku cadang otomotif menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan perusahaan dengan nilai mencapai Rp 92 miliar. Angka tersebut meroket 220% jika dibandingkan dengan kuartal I-2025 yang saat itu hanya menyumbang sebesar Rp 29 miliar.

Manajemen BOLT menilai bahwa pencapaian positif pada segmen ini merupakan dampak langsung dari perluasan basis pelanggan. Hal ini terjadi setelah perusahaan melakukan konsolidasi dengan PT Garuda Metal Utama (GMU) serta meningkatnya eksposur pada segmen kendaraan roda empat.

Meskipun segmen otomotif roda empat tumbuh pesat, suku cadang sepeda motor tetap memegang peran sebagai kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp 128 miliar. Namun, angka ini mengalami penurunan tipis dibandingkan raihan Rp 132 miliar pada kuartal pertama tahun lalu.

Penurunan pada suku cadang motor tersebut dinilai sebagai bentuk normalisasi permintaan yang biasa terjadi pada awal tahun. Di sisi lain, segmen komponen kendaraan juga mencatat pendapatan sebesar Rp 79 miliar, atau turun 4,23% yoy dari posisi Rp 82 miliar pada kuartal I-2025.

Diversifikasi Produk dan Potensi Ekspor

Pendapatan dari bahan baku berupa kawat baja atau steel wire tercatat sebesar Rp 78 miliar pada kuartal I-2026. Nilai ini menunjukkan koreksi sebesar 5,97% yoy dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 83 miliar.

"Namun ke depan, kami melihat peluang yang menjanjikan dari pendapatan terkait steel wire, termasuk potensi ekspor steel wire. Hal ini dapat mendukung basis pendapatan yang lebih luas serta memperkuat kontribusi pendapatan non-otomotif dan industri lainnya," papar manajemen BOLT dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).

Upaya ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperbaiki bauran pendapatan ke arah segmen pasar yang lebih luas. Sementara itu, pendapatan dari sektor industri lainnya atau segmen others mencapai Rp 16 miliar pada kuartal ini, sedikit menurun dari Rp 17 miliar pada periode sebelumnya.

Manajemen BOLT menekankan bahwa segmen industri umum tetap menjadi platform diversifikasi jangka panjang yang krusial bagi perusahaan. Peluang pertumbuhan kedepannya akan didukung oleh sektor alat berat, infrastruktur, industri umum, hingga produk aftermarket.

Artikel terkait

Rekomendasi