Laba Bersih BNI Melonjak 6,11 Persen Menjadi Rp 7,29 Triliun Per April 2026

Laba Bersih BNI Melonjak 6,11 Persen Menjadi Rp 7,29 Triliun Per April 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih BNI Melonjak 6,11 Persen Menjadi Rp 7,29 Triliun Per April 2026.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) membukukan kinerja positif hingga April 2026. Pertumbuhan kinerja emiten berkode saham BBNI ini ditopang oleh pendanaan yang semakin optimal serta penyaluran kredit yang kian agresif, seperti dilansir dari Keuangan.

Berdasarkan laporan keuangan per April 2026, laba bersih yang berhasil diraup BNI mencapai Rp 7,29 triliun. Realisasi perolehan laba bersih tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,11% secara year on year (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Pertumbuhan laba bersih ini sejalan dengan pendapatan bunga (NII) perusahaan yang terkerek 14,7% yoy menjadi Rp 24,75 triliun. Di sisi lain, beban bunga BNI tercatat turut mengalami peningkatan sebesar 15,32% yoy menjadi Rp 10,31 triliun.

Melalui pencapaian tersebut, pendapatan bunga bersih atau net interest margin (NIM) BNI hingga akhir April 2026 menyentuh angka Rp 14,43 triliun. Nominal NIM ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 14,25% YoY.

Fungsi intermediasi perusahaan juga menunjukkan pergerakan yang semakin ekspansif. Per April 2026, penyaluran kredit BNI tercatat berada di angka Rp 919,5 triliun atau melonjak sebesar 21,39% jika dibandingkan dengan posisi pada April 2025.

Aktivitas penyaluran kredit yang agresif ini mendapat dukungan dari sektor pendanaan yang optimal. Total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BNI per April 2026 mencapai Rp 1,023,07 triliun, atau tumbuh 26,05% yoy.

Komposisi dana murah (CASA) yang terdiri dari giro dan tabungan juga mendominasi struktur pendanaan BNI. Sepanjang empat bulan pertama tahun 2026, porsi CASA menguasai hingga 69,88% dari keseluruhan total DPK perusahaan.

Kondisi ini membuat aset yang dimiliki oleh BNI tercatat semakin besar. Total aset BNI per April 2026 mengalami kenaikan sebesar 21,94% YoY hingga menyentuh angka Rp 1,328,05 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi