Laba Bersih BBRI Melejit 13,8 Persen pada Kuartal I 2026

Laba Bersih BBRI Melejit 13,8 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih BBRI Melejit 13,8 Persen pada Kuartal I 2026.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masuk sebagai salah satu kandidat kuat peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026. Ajang apresiasi tahunan ini diselenggarakan oleh Investortrust untuk emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dilansir dari Investortrust, bank pelat merah ini masuk nominasi karena konsisten menjaga pertumbuhan bisnis. BBRI dinilai memiliki fundamental keuangan yang kuat, profitabilitas tinggi, posisi kas sehat, serta kualitas layanan kesehatan yang terus berkembang di tengah kebutuhan medis nasional.

Kinerja positif tersebut terlihat dari raihan sepanjang kuartal I-2026. Laba bersih BBRI tumbuh 13,8 persen secara tahunan dari Rp13,74 triliun menjadi Rp15,63 triliun. PPOP juga melesat dari Rp29,80 triliun menjadi Rp32,18 triliun, didorong pertumbuhan kredit 13,7 persen dan CASA 13,2 persen.

Pencapaian ini memperkuat modal dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, BBRI mencatatkan kenaikan PPOP dari Rp116,37 triliun menjadi Rp119,43 triliun. Laba bersih tahun lalu mencapai Rp56,65 triliun dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp59,94 triliun, dengan NIM kuat 7,7 persen dan pertumbuhan kredit 12 persen.

Analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi menjelaskan bahwa kinerja keuangan BBRI pada kuartal I-2026 tumbuh solid. Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh penurunan tajam biaya dana (cost of funding), provisi yang lebih rendah, serta pertumbuhan dana murah atau CASA yang kuat.

Kondisi ini mendorong KB Valbury Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi buy saham BBRI dengan target harga Rp4.010 per saham. Target ini mencerminkan valuasi 1,8 kali price to book value (PBV) 2026. Saat ini, saham BBRI diperdagangkan pada valuasi 1,4 kali PBV 2026 atau di bawah level minus dua standar deviasi.

"Kinerja laba BBRI pada kuartal I-2026 sudah sesjalan ekspektasi kami maupun konsensus pasar untuk tahun penuh 2026, dengan realisasi mencapai sekitar 26% dari proyeksi laba setahun penuh. Pertumbuhan laba ditopang pendapatan bunga bersih yang tetap kuat di tengah tren penurunan yield kredit," tulis Akhmad Nurcahyadi.

KB Valbury memberi pandangan positif atas keberhasilan BBRI mencatatkan pertumbuhan tabungan 11,5 persen secara tahunan. Lonjakan ini didorong oleh segmen affluent saving account sebesar 45,5 persen yang menunjukkan keberhasilan menarik likuiditas nasabah kelas atas. Kuatnya pertumbuhan CASA berperan penting menekan biaya bunga dan menopang laba awal tahun.

Ekspansi Kredit Segmen Korporasi

Penyaluran kredit BBRI tumbuh 13,7 persen secara tahunan menjadi Rp1.526,45 triliun. Angka ini melampaui pertumbuhan industri perbankan nasional per Maret 2026, target manajemen, maupun proyeksi analis. Ekspansi agresif di segmen korporasi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 42,1 persen secara tahunan.

Kenaikan tersebut membuat porsi kredit korporasi terhadap total portofolio kredit meningkat dari 18 persen menjadi 22,5 persen pada kuartal I-2026. Ke depan, manajemen BBRI membidik pertumbuhan kredit di kisaran 7 persen sampai 9 persen sepanjang 2026. NIM diperkirakan terjaga di level 7,4 persen sampai 7,8 persen, sementara CoC diproyeksikan berada di rentang 2,9 persen hingga 3,2 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi