Kinerja keuangan solid berhasil dibukukan oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada kuartal I-2026. Laba periode berjalan perusahaan pelat merah ini melesat 57,7 persen hingga mencapai Rp 3,66 triliun, naik signifikan dari Rp 2,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan keuntungan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar 12,1 persen menjadi Rp 29,32 triliun. Dilansir dari Investortrust, angka penjualan tersebut meningkat dari posisi kuartal I-2025 yang tercatat sebesar Rp 26,15 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Maret 2026, kenaikan pendapatan turut mengatrol beban pokok penjualan ANTM menjadi Rp 23,70 triliun dari sebelumnya Rp 22,51 triliun. Meski demikian, laba kotor perusahaan tetap melonjak menjadi Rp 5,62 triliun dari Rp 3,64 triliun pada tahun lalu.
Pada aspek operasional, emiten pertambangan ini mencatatkan kenaikan beban usaha menjadi Rp 1,11 triliun dibandingkan Rp 945,12 miliar pada kuartal I-2025. Namun, laba usaha perseroan tetap tumbuh kuat di angka Rp 4,50 triliun dari sebelumnya Rp 2,69 triliun.
Pertumbuhan ini juga disokong oleh penghasilan lain-lain bersih yang naik menjadi Rp 279,60 miIiar dari Rp 243,64 miIiar. Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan ANTM menembus Rp 4,78 triliun, melesat dibanding kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp 2,93 triliun.
MNC Sekuritas dalam riset harian menyatakan bahwa realisasi laba bersih ANTM pada kuartal I-2026 telah melampaui ekspektasi internal maupun konsensus analis. Lonjakan performa finansial ini dipicu oleh meroketnya sektor emas serta pemulihan volume penjualan bijih nikel.