Laba BCA Insurance Melonjak 16,65 Persen Menjadi Rp260,18 Miliar

Laba BCA Insurance Melonjak 16,65 Persen Menjadi Rp260,18 Miliar
Foto: Ilustrasi Laba BCA Insurance Melonjak 16,65 Persen Menjadi Rp260,18 Miliar.

PT Asuransi Umum BCA atau BCA Insurance berhasil membukukan laba setelah pajak senilai Rp260,18 miliar sepanjang tahun buku 2025.

Perolehan tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 16,65 persen secara tahunan (year on year/YoY) jika dibandingkan dengan raihan laba 2024 yang mencapai Rp223,04 miliar.

Dilansir dari Finansial, penguatan laba perusahaan ini ditopang oleh performa top-line yang impresif selama 2025 seiring dengan implementasi standar akuntansi PSAK 117.

BCA Insurance mencatatkan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp1,62 triliun, atau mengalami kenaikan 4,24 persen YoY dari posisi sebelumnya sebesar Rp1,56 triliun.

Hasil jasa asuransi bersih yang setara dengan hasil underwriting juga tercatat tumbuh 2,57 persen YoY menjadi Rp287,15 miliar pada akhir Desember 2025.

Pada periode sebelumnya, pos hasil jasa asuransi bersih perusahaan asuransi umum ini berada di angka Rp279,94 miliar.

Selain dari sisi operasional jasa, keuntungan dari sektor investasi turut memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca keuangan perusahaan.

BCA Insurance meraup keuntungan investasi, baik yang telah direalisasikan maupun yang belum, sebesar Rp184,14 miliar selama tahun 2025.

Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 20,22 persen YoY jika disandingkan dengan pencapaian tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp153,17 miliar.

Dari sisi permodalan, total ekuitas perusahaan yang mencakup modal disetor dan saldo laba kini berada di angka Rp1,55 triliun.

Nilai modal tersebut tumbuh 11,24 persen secara tahunan dibandingkan dengan posisi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1,40 triliun.

Struktur Aset dan Liabilitas

Pertumbuhan kinerja keuangan ini diikuti dengan ekspansi total aset perusahaan yang kini menembus angka Rp3,45 triliun pada tahun 2025.

Jumlah aset tersebut naik 11,86 persen YoY dari sebelumnya Rp3,08 triliun, di mana penempatan aset investasi mendominasi dengan nilai Rp2,62 triliun.

Sementara itu, total liabilitas tercatat menyentuh Rp1,89 triliun, yang didominasi oleh kewajiban kontrak asuransi sebesar Rp1,26 triliun.

Rasio Kesehatan Finansial

Tingkat kesehatan finansial perusahaan tetap terjaga kokoh, tecermin dari rasio pencapaian solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang berada di level 475 persen.

Posisi RBC ini melesat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 383 persen, memperkuat daya saing perusahaan di industri asuransi umum.

Angka solvabilitas tersebut masih berada jauh di atas ketentuan ambang batas minimal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni sebesar 120 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi