Laba Avia Avian Tumbuh 12,5 Persen pada Kuartal I/2026

Laba Avia Avian Tumbuh 12,5 Persen pada Kuartal I/2026
Foto: Ilustrasi Laba Avia Avian Tumbuh 12,5 Persen pada Kuartal I/2026.

PT Avia Avian Tbk. (AVIA) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 12,5 persen secara tahunan menjadi Rp503 miliar pada kuartal I/2026. Capaian tersebut diraih emiten produsen cat ini di tengah fluktuasi harga bahan baku global menurut siaran pers perusahaan pada Rabu (29/4/2026).

Pertumbuhan kinerja ini sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang mencapai Rp2,3 triliun atau naik 16,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data yang dilansir dari Market, segmen solusi arsitektur memberikan kontribusi kenaikan 15,7 persen, sementara kategori barang dagangan melonjak hingga 21,6 persen.

Peningkatan volume penjualan pada segmen solusi arsitektur tercatat sebesar 12,6 persen sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Manajemen AVIA menyebutkan bahwa ekspansi pasar serta penguatan relasi dengan pelanggan menjadi pendorong utama pertumbuhan volume tersebut.

Meskipun terdapat tekanan biaya dari sisi eksternal, marjin laba bersih perusahaan tetap terjaga pada level 21,3 persen. Stabilitas profitabilitas ini didukung oleh efisiensi operasional dan strategi penyesuaian harga secara selektif yang diterapkan oleh perseroan.

Ketegangan geopolitik global menjadi faktor utama yang memicu kenaikan harga bahan baku dan tantangan logistik. Untuk memitigasi risiko tersebut, perseroan memperkuat rantai pasok dengan meningkatkan jumlah persediaan serta mengoptimalkan hubungan kerja sama dengan para pemasok.

Avian juga terus memperluas jaringan distribusinya dengan menambah dua pusat distribusi baru dan satu pusat distribusi mini selama kuartal pertama. Saat ini, perusahaan telah melayani lebih dari 60.000 toko di seluruh wilayah Indonesia untuk mempercepat penetrasi produk ke pasar.

Inovasi produk menjadi strategi tambahan dengan peluncuran tujuh produk baru di kategori cat tembok, pelapis anti bocor, serta cat lantai. Pengembangan produk tersebut mencakup berbagai segmen pasar, mulai dari kelas ekonomis hingga produk premium guna mempertahankan daya saing perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi