Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus level Rp17.700 mulai memberikan dampak serius bagi para pelaku usaha kecil di daerah. Lonjakan kurs ini memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan operasional otomotif.
Dikutip dari Investor Daily, dampak kenaikan mata uang asing tersebut membuat harga oli, onderdil, hingga suku cadang kendaraan melonjak tajam. Kondisi ini sangat memberatkan operasional para pemilik bengkel motor di Kabupaten Lebak, Banten.
Kenaikan harga komponen otomotif tersebut otomatis meningkatkan biaya perawatan kendaraan masyarakat. Di sisi lain, daya beli warga setempat justru sedang melemah akibat situasi ekonomi yang tidak menentu.
Berdasarkan data pasar pada Senin (25/5/2026), nilai tukar rupiah kembali tertekan dan melemah sebesar 15 poin atau sekitar 0,08 persen. Angka tersebut membawa rupiah bergerak ke level Rp17.732 per dolar AS.
Para pelaku usaha mikro di sektor perbengkelan berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata. Langkah konkret sangat dibutuhkan untuk menstabilkan kembali nilai tukar rupiah serta menekan laju kenaikan harga suku cadang di pasar domestik.