KSP Nasari Perkuat Ekosistem Ekonomi Rakyat Lewat Program Collab-Coop

KSP Nasari Perkuat Ekosistem Ekonomi Rakyat Lewat Program Collab-Coop
Foto: Ilustrasi KSP Nasari Perkuat Ekosistem Ekonomi Rakyat Lewat Program Collab-Coop.

KSP Nasari meresmikan program kerja sama Collab-Coop serta meluncurkan aplikasi mobile Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada Selasa (13/5/2026) di Jakarta sebagai upaya modernisasi ekonomi rakyat, sebagaimana dilansir dari Lestari.

Inisiatif ini dirancang melalui pola kemitraan dan pendampingan strategis guna memastikan keberlanjutan KDKMP. Menteri Koperasi Ferry Juliantono memberikan apresiasi atas langkah transformasi digital yang diambil oleh pihak koperasi dalam menghadapi tuntutan zaman.

ÔÇ£Langkah tersebut strategis karena Koperasi hari ini tidak cukup hanya menjadi lembaga simpan pinjam semata, tetapi harus mampu menjadi penggerak ekosistem ekonomi rakyat yang terintegrasi produktif dan berkelanjutan,ÔÇØ kata Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.

Menkop menilai bahwa digitalisasi layanan melalui pengembangan aplikasi merupakan instrumen penting bagi koperasi untuk menjawab kebutuhan anggota secara cepat. Ia berharap model bisnis ini dapat menjadi rujukan nasional.

ÔÇ£Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme dan inovasi, saya yakin KSP Nasari akan terus tumbuh lebih besar dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi anggota maupun Masyarakat Indonesia,ÔÇØ beber Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.

Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, menjelaskan bahwa Collab-Coop menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat berbasis teknologi. Saat ini, Nasari mencatatkan lebih dari 65 ribu anggota secara nasional, termasuk hampir 6.000 anggota di Jawa Timur.

ÔÇ£Dari KSP Nasari, kami ingin mendukung teman-teman Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar mampu menjalankan operasional usaha secara baik dan tetap berlandaskan prinsip-prinsip koperasi,ÔÇØ tutur Frans Meroga Panggabean, Ketua KSP Nasari.

Frans menekankan pentingnya filosofi dari, oleh, dan untuk anggota dalam setiap aspek operasional. Dukungan ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan usaha mikro di tingkat desa.

"Karena itu kami berharap KSP Nasari dapat terus mendorong pertumbuhan usaha rakyat, khususnya usaha berbasis koperasi,ÔÇØ imbuh Frans Meroga Panggabean, Ketua KSP Nasari.

Pihak Nasari berkomitmen untuk menyelaraskan program kerja mereka dengan kebijakan pemerintah pusat. Perluasan akses pembiayaan menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama dengan unit KDKMP.

ÔÇ£Kami berharap kontribusi ini bisa membantu menyukseskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sekaligus memperkuat ekosistem koperasi nasional,ÔÇØ ucap Frans Meroga Panggabean, Ketua KSP Nasari.

Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia, Priskhianto, menyatakan dukungannya terhadap inovasi digital yang dilakukan melalui aplikasi Nadi. Namun, ia juga memberikan catatan terkait aspek keamanan data dan dana anggota.

"Saat ini, Nasari memiliki berbagai keunggulan, termasuk inovasi digital melalui aplikasi Nadi yang diharapkan mampu memudahkan anggota maupun calon anggota dalam mengakses berbagai layanan koperasi," sebut Priskhianto, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia.

Priskhianto mengingatkan agar aspek mitigasi risiko tetap menjadi prioritas utama di tengah masifnya pengembangan teknologi. Perlindungan anggota merupakan kunci dari kepercayaan dalam ekosistem koperasi.

"Namun demikian, di balik berbagai keunggulan tersebut, kami juga berpesan agar KSP Nasari tetap memperhatikan aspek mitigasi risiko, khususnya dalam memberikan perlindungan dan keamanan bagi para anggota maupun calon anggota yang bergabung," tambahnya Priskhianto, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi