Empat kru misi Artemis II, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, mendarat kembali di Bumi pada Rabu, 15 April 2026, setelah menempuh perjalanan sejauh 402 ribu kilometer menuju orbit Bulan. Kepulangan para astronot ini menandai selesainya misi manusia terjauh dari Bumi dalam beberapa dekade terakhir.
Kesehatan para awak menjadi perhatian utama karena mereka terpapar lingkungan ekstrem di luar perlindungan atmosfer Bumi selama 10 hari. Berdasarkan laporan dari Detik Health, misi ini membawa kru melintasi magnetosfer yang biasanya melindungi manusia dari radiasi energi tinggi.
Paparan radiasi tersebut berisiko memicu kerusakan DNA, gangguan sistem saraf, hingga penurunan fungsi imun tubuh. Tanpa perisai alami planet, risiko kesehatan meningkat drastis bagi para astronot yang berada di luar orbit rendah Bumi.
Selain radiasi, ketiadaan gravitasi memicu pergeseran cairan tubuh ke arah kepala dan gangguan sistem keseimbangan pada telinga bagian dalam. Data penelitian tahun 2024 menunjukkan bahwa mayoritas astronot mengalami sakit kepala hebat akibat perubahan distribusi cairan tersebut.
"Tubuh kita dirancang untuk hidup dalam gravitasi. Tanpa sinyal itu, telinga bagian dalam harus kalibrasi ulang, otot dan tulang digunakan secara berbeda, dan cairan tubuh bergeser ke arah kepala," ujar Dr Haig Aintablian, Direktur Medis Ruang Angkasa di UCLA.
NASA mencatat potensi kehilangan kepadatan tulang sebesar satu persen setiap bulan bagi individu yang berada di ruang hampa. Selain pengeroposan tulang, para kru juga rentan mengalami atrofi otot karena jaringan otot tidak lagi menopang beban berat tubuh seperti di Bumi.
Untuk memitigasi dampak tersebut, kru Artemis II menggunakan peralatan olahraga khusus dan pemantau radiasi selama misi berlangsung. Dokter penerbangan juga memantau kondisi biologis mereka secara langsung melalui perangkat pelacak tidur dan aktivitas.
Data kesehatan yang dikumpulkan dari misi Artemis II ini akan menjadi landasan krusial bagi NASA. Informasi tersebut diperlukan untuk mempersiapkan pengiriman manusia dalam misi jangka panjang ke Bulan dan planet Mars di masa depan.