Krom Bank Indonesia Tahan Laba Bersih Rp143 Miliar untuk Ekspansi

Krom Bank Indonesia Tahan Laba Bersih Rp143 Miliar untuk Ekspansi
Foto: Ilustrasi Krom Bank Indonesia Tahan Laba Bersih Rp143 Miliar untuk Ekspansi.

PT Krom Bank Indonesia Tbk memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari keuntungan yang diraih sepanjang tahun lalu. Para pemegang saham menyetujui pemanfaatan seluruh laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp143 miliar sebagai laba ditahan.

Keputusan krusial tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Langkah ini diambil demi memperkokoh struktur permodalan serta meningkatkan kapasitas pendanaan internal perusahaan, seperti dikutip dari Media Indonesia.

Melalui pengalokasian modal tersebut, perseroan berupaya mengamankan strategi ekspansi bisnis jangka panjang. Penambahan saldo laba ditahan (retained earnings) sebesar 100% dari total keuntungan bersih ini juga diharapkan mampu mendongkrak daya saing di tengah ketatnya industri perbankan.

"Keputusan untuk mengalokasikan seluruh laba bersih tahun buku 2025 ke dalam saldo laba ditahan merupakan langkah strategis Perseroan untuk dapat menjaga fundamental keuangan yang sehat serta memperkuat kapasitas pendanaan internal," ujar Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Anton Hermawan dalam keterangan resmi.

Berdasarkan laporan keuangan yang diaudit, bank digital ini membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp1,85 triliun pada 2025. Perolehan tersebut melonjak signifikan sebesar 92% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari angka Rp965 miar pada tahun 2024.

Lonjakan performa juga terlihat dari total aset perseroan yang naik 84% yoy menjadi Rp12,21 triliun. Di samping itu, sektor penyaluran kredit mencatatkan pertumbuhan hingga 103% yoy dengan nilai mencapai Rp8,63 triliun, berbanding Rp4,25 triliun pada periode tahun sebelumnya.

Pada aspek penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) meroket hingga 166% yoy menjadi Rp8,39 triliun pada 2025 dari posisi Rp3,15 triliun pada 2024. Pertumbuhan masif ini disokong penuh oleh produk simpanan berbasis tabungan serta deposito.

Secara keseluruhan, raihan laba bersih Rp143 miliar tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 15% yoy. Catatan positif ini membuktikan kemampuan perusahaan dalam menjaga tren pertumbuhan usaha yang sehat sekaligus berkelanjutan.

Anton mengatakan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik sepanjang tahun 2025, termasuk tantangan geopolitik, tingginya volatilitas pasar keuangan, tekanan suku bunga, serta perubahan perilaku konsumen di era digital, Krom Bank tetap mampu mencatatkan kinerja yang positif dan solid.

"Kami melihat kondisi makro ekonomi saat ini menuntut industri perbankan untuk semakin adaptif, prudent, dan inovatif dalam menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat," ucapnya.

Peluang pertumbuhan sektor ini dinilai masih sangat terbuka lebar bagi perbankan digital. Hal itu dipicu oleh geliat ekonomi digital nasional serta meningkatnya permintaan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis, aman, dan saling terintegrasi.

Artikel terkait

Rekomendasi