Sejumlah pemilik bengkel otomotif membagikan kriteria pemilihan mobil bekas yang memiliki efisiensi bahan bakar tinggi guna menekan biaya operasional kendaraan yang kian meningkat. Kapasitas mesin, bobot kendaraan, hingga teknologi transmisi menjadi faktor penentu utama dalam memilih unit yang ekonomis namun tetap bertenaga.
Pemilik bengkel Iwan Motor Honda, Iwan, memberikan daftar beberapa model kendaraan yang dikenal hemat konsumsi bahan bakar, khususnya untuk kategori mesin kecil di bawah 1.200 cc. Hal ini didasari pada prinsip bahwa beban kerja mesin kecil cenderung lebih ringan untuk penggunaan harian, sebagaimana dilansir dari Otomotif.
"Toyota Agya dan Daihatsu Ayla 1.000 cc dan 1.200 cc, Honda Brio 1.200 cc, Suzuki Ignis 1.200 cc, Mitsubishi Mirage 1.200 cc, dan Suzuki Wagon R 1.000 cc," ucap Iwan, pemilik bengkel mobil Iwan Motor Honda.
Aspek kebutuhan konsumen juga menjadi variabel krusial dalam menentukan pilihan unit. Pemilik bengkel Everest Motors, Eko Setiawan, menekankan bahwa teknologi dan bobot kendaraan yang ringan merupakan kombinasi ideal untuk mendapatkan efisiensi maksimal.
"Sesuaikan kebutuhan konsumen dengan mobil yang menjadi pilihan, bila mencarinya irit BBM dan bertenaga, maka mobil-mobil berteknologi tinggi, dan bobot ringan bisa jadi pilihan," ucap Eko Setiawan, pemilik bengkel Everest Motors.
Eko menjelaskan bahwa tren SUV kompak saat ini banyak memanfaatkan mesin 1.000 cc yang dilengkapi dengan perangkat tambahan untuk mendongkrak performa tanpa mengorbankan kehematan bensin. Penambahan komponen tersebut membuat kompresi mesin menjadi lebih tinggi.
"Misal mobil SUV kecil, seperti Raize, Rocky, Magnite dan sejenisnya, dia pakai mesin kecil hanya 1.000 cc, tapi dibekali turbocharger, artinya kompresinya lebih tinggi sehingga bakal menghasilkan tenaga lebih besar," ucap Eko Setiawan.
Selain faktor mesin, sistem penyaluran tenaga atau transmisi memiliki peran signifikan dalam menjaga konsumsi bahan bakar tetap rendah. Eko merekomendasikan jenis transmisi tertentu bagi pengendara yang sering melintasi jalan bebas hambatan dengan kecepatan stabil.
"Jenis transmisi juga menentukan, ada CVT, AT konvensional, DCT dan manual. Pilih CVT untuk mengejar efisiensi BBM, itu akan membuat mobil lebih hemat saat melaju konstan seperti di tol," kata Eko Setiawan.
Tampilan fisik kendaraan ternyata turut memengaruhi kinerja mesin dalam melawan hambatan udara. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford, menyebutkan bahwa desain bodi yang rendah memberikan keuntungan mekanis saat kendaraan melaju kencang.
"Sedan atau hatchback dengan bodi rendah memiliki aerodinamika yang lebih baik, sehingga hambatan udaranya lebih kecil. Ini berpengaruh pada konsumsi BBM," ujar Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford.
Hambatan angin yang minim memungkinkan kendaraan melakukan akselerasi dengan lebih responsif. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kemampuan mobil untuk menjangkau jarak yang lebih jauh dengan volume bahan bakar yang sama dibandingkan mobil berdesain kotak.
"Keuntungannya, mobil punya akselerasi lebih baik, sehingga bisa melaju kencang dan cenderung menempuh jarak lebih jauh dengan BBM yang sama atau bahkan lebih sedikit," ucap Imun.