Krisis Minyak Dunia Akselerasi Pembiayaan Kendaraan Listrik

Krisis Minyak Dunia Akselerasi Pembiayaan Kendaraan Listrik
Foto: Ilustrasi Krisis Minyak Dunia Akselerasi Pembiayaan Kendaraan Listrik.

Gejolak geopolitik di wilayah Timur Tengah yang memicu krisis harga minyak global justru menjadi katalis positif bagi industri otomotif ramah lingkungan di dalam negeri. Situasi tersebut membuka kesempatan besar bagi percepatan penyerapan kendaraan listrik di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan menilai ketidakpastian global ini dapat dimanfaatkan untuk memacu konversi energi pada moda transportasi. Industri pembiayaan pun berpeluang lebar untuk memperbesar ekspansi portofolio pembiayaan hijau mereka.

Seperti diberitakan oleh Investortrust, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman menerangkan bahwa potensi gangguan pasokan bahan bakar minyak akibat dinamika Timur Tengah harus dicermati sebagai peluang.

"Dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan BBM perlu dicermati sebagai peluang percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, sehingga industri multifinance dapat memperluas portofolio pembiayaan hijau," ujar Agusman dalam jawaban tertulis, dikutip Minggu (19/4/2026).

Sikap optimistis tersebut sejalan dengan realisasi penyaluran dana yang mencatatkan rapor hijau. Berdasarkan data OJK per Februari 2026, kucuran pembiayaan untuk kendaraan ramah lingkungan oleh perusahaan multifinance melesat hingga 39,35% secara tahunan.

"Pada periode tersebut, pembiayaan kendaraan Listrik yang disalurkan perusahaan-perusahaan multifinace mencapai Rp 21,94 triliun," tutur dia.

Jika dibedah lebih rinci, pangsa pasar terbesar masih dipegang oleh kendaraan roda empat, baik kategori listrik murni maupun teknologi hybrid. Sektor ini mendominasi portofolio dengan porsi mencapai 83,52% dari keseluruhan total pembiayaan, atau setara dengan nominal Rp18,32 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi