Korban Tewas Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Jadi 16 Orang

Korban Tewas Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Jadi 16 Orang
Foto: Ilustrasi Korban Tewas Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Jadi 16 Orang.

Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang pada Rabu (29/4/2026). Penambahan satu korban jiwa dilaporkan berasal dari pasien perempuan yang sempat menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi.

Data terbaru dari Polda Metro Jaya menunjukkan total korban mencapai 106 orang, dengan rincian 90 orang mengalami luka-luka dan 16 orang meninggal dunia. Dilansir dari Kompas, sebanyak 44 pasien luka telah diizinkan pulang ke rumah, sementara 46 lainnya masih dalam masa observasi medis.

"Kami terima hari ini per 29 April 2026 sekitar pukul 11.00 (WIB), korban total adalah 106 orang, di mana korban luka 90 orang, 44 pasien sudah pulang ke rumah, 46 pasien sedang melaksanakan observasi, meninggal dunia 16 orang," ungkap Budi dalam program Kompas Siang KompasTV, Rabu (29/4/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa identifikasi korban terus dilakukan, termasuk 10 jenazah yang sebelumnya dikirim ke Rumah Sakit Polri Kramatjati. Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi pada Selasa (28/4/2026) tersebut sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Penyidik kepolisian sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait tentang dua peristiwa ini, tentang taksi yang ditabrak oleh kereta api, serta kereta api Argo Bromo yang menabrak kereta api (KRL) tujuan Cikarang," jelasnya.

Kronologi kecelakaan bermula ketika sebuah taksi online mengalami kerusakan mesin saat melintasi perlintasan sebidang di Jalan Ampera, Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam. Kendaraan yang terhenti di tengah rel tersebut menyebabkan gangguan jalur yang kemudian memicu kecelakaan beruntun antar rangkaian kereta.

"Inilah yang terjadi yang mengakibatkan fatalitas, kerugian, baik materi, kerugian jiwa, serta luka-luka, di mana KRL ditabrak dari belakang oleh kereta api cepat Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya Pasarturi," ujarnya.

Tim kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman bersama Inafis dan Puslabfor Mabes Polri dengan memeriksa 22 orang saksi di lokasi kejadian. Penyelidikan ini dilakukan secara kolaboratif bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kami sudah melakukan pemeriksaan, wawancara, serta pengambilan keterangan 22 orang saksi dalam peristiwa ini," ucapnya.

Artikel terkait

Rekomendasi