Sebanyak 154 orang dilaporkan meninggal dunia dan 705 lainnya luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas selama empat hari pertama Festival Songkran di Thailand yang berlangsung hingga Selasa, 14 April 2026. Angka fatalitas ini muncul di tengah periode pengawasan ketat yang dikenal sebagai "Tujuh Hari Berbahaya".
Data yang dilansir dari Detik Travel melalui laporan Bangkok Post pada Rabu (15/4/2026) menunjukkan total 755 kasus kecelakaan telah tercatat. Meskipun jumlah korban jiwa meningkat dari 144 orang pada tahun lalu, secara keseluruhan angka kecelakaan justru mengalami penurunan sekitar 25 persen dari periode sebelumnya yang mencapai 1.002 kasus.
Kepala Pusat Keselamatan Jalan (RSC), Yossapol Wenukoset, mengungkapkan rincian data harian yang menunjukkan eskalasi insiden pada puncak perayaan. Ia mencatat pada hari Senin saja terdapat 237 kecelakaan di berbagai wilayah Thailand yang memakan banyak korban.
Pemerintah Thailand merespons kondisi ini dengan menggalakkan kampanye keselamatan bertajuk "Drive Safely, Reduce Speed, Prevent Accidents" yang dijadwalkan berlangsung sejak 10 hingga 16 April. Fokus utama agenda ini adalah menekan fatalitas pada periode pergerakan massa yang sangat tinggi di jalan raya.
Wakil Juru Bicara Pemerintah, Lalida Persvivatana, menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata dan Olahraga bersama Biro Polisi Pariwisata terus memantau situasi secara intensif. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan bagi para pelancong yang berpartisipasi dalam perayaan tahunan tersebut.
"Tujuh Hari Berbahaya" mengacu pada periode kampanye keselamatan jalan di Thailand selama perayaan Songkran, di mana kecelakaan perjalanan biasanya meningkat tajam.
Lalida memberikan rincian tambahan mengenai kondisi warga negara asing yang terdampak insiden selama festival. Ia melaporkan terdapat tujuh wisatawan asing yang mengalami luka-luka dalam kecelakaan terpisah, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dari kalangan turis mancanegara.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi antarinstansi guna menjaga ketertiban di titik-titik wisata utama. Imbauan mengenai etika berkendara dan pembatasan konsumsi alkohol saat mengemudi terus disuarakan sebagai upaya preventif utama.
"Pemerintah mendesak masyarakat dan wisatawan untuk mengemudi secara bertanggung jawab dan mematuhi prinsip 'jangan minum dan mengemudi' untuk memastikan bahwa festival Songkran tahun ini tetap menjadi acara yang aman dan menyenangkan bagi semua," kata Lalida Persvivatana, Wakil Juru Bicara Pemerintah.