Insiden tabrakan antara kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026), mengakibatkan sedikitnya 91 orang mengalami luka-luka. Data terbaru ini disampaikan oleh manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperbarui kondisi para penumpang terdampak.
Jumlah korban dalam kecelakaan tersebut mencakup 15 orang yang dinyatakan meninggal dunia. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memaparkan rincian penanganan medis bagi puluhan korban luka yang saat ini tersebar di beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi.
Dilansir dari Kompas, mayoritas korban luka masih membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit hingga Rabu (29/4/2026). Bobby menegaskan bahwa pemantauan terhadap kondisi kesehatan para korban terus dilakukan secara berkala oleh pihak manajemen dan tim medis.
"91 orang di rawat, di mana pada saat ini 53 itu masih di rumah sakit, ada beberapa rumah sakit," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Sebagian penumpang yang mengalami luka ringan telah mendapatkan izin medis untuk meninggalkan fasilitas perawatan. Bobby menyebutkan ada puluhan orang yang kondisinya sudah stabil dan kembali ke kediaman masing-masing sejak siang hari ini.
"Dan 38 telah diperbolehkan pulang, dan dilaporkan juga siang ini ada persiapan beberapa orang lagi yang akan pulang juga," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Pihak manajemen KAI menyatakan duka mendalam atas musibah yang mengganggu jadwal perjalanan serta merugikan banyak pihak. Penegasan permohonan maaf disampaikan kepada seluruh elemen yang terdampak oleh gangguan operasional dan dampak fisik dari insiden tersebut.
"Permohonan maaf ini khususnya kami sampaikan kepada keluarga korban, pelanggan, serta masyarakat yang terdampak, baik secara langsung meupun tidak langsung," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Kepemimpinan KAI juga memberikan apresiasi kepada jajaran pemerintah pusat yang memberikan perhatian langsung terhadap penanganan para penyintas. Presiden Prabowo Subianto bersama Mensesneg Prasetyo Hadi dilaporkan telah mengunjungi korban di RSUD Bekasi guna memastikan pelayanan medis berjalan optimal.
Koordinasi lintas instansi menjadi poin penting dalam proses penanganan darurat sejak awal kejadian hingga tahap evakuasi. Bobby menutup pernyataannya dengan memberikan penghargaan kepada seluruh tim gabungan yang terlibat di lapangan.
"Kami sampaikan terima kasih, khusus kepada Basarnas, TNI, Polri, seluruh rumah sakit yang telah menangani korban, serta awak media yang terus mengawal," tutur Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.