Korban Meninggal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Jadi 14 Orang

Korban Meninggal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Jadi 14 Orang
Foto: Ilustrasi Korban Meninggal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Jadi 14 Orang.

Jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB. Dilansir dari Detik Travel, insiden operasional dua rangkaian kereta tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Para korban jiwa telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh petugas medis. Selain korban meninggal, tercatat sebanyak 84 orang mengalami luka-luka dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Pihak manajemen perkeretaapian menyatakan bahwa seluruh upaya saat ini dipusatkan pada penanganan para korban dengan tetap memprioritaskan faktor keselamatan. Proses evakuasi di lapangan dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, KAI, dan tim medis karena adanya korban yang memerlukan penanganan khusus.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan belasungkawa atas musibah yang menimpa para penumpang dan pelanggan kereta api tersebut.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.

Anne menjelaskan bahwa koordinasi kuat dengan berbagai pihak terus dilakukan guna memastikan ketersediaan informasi bagi pihak keluarga korban. Penanganan setiap individu dilakukan dengan pertimbangan medis yang matang agar seluruh langkah berjalan optimal.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat," sambung Anne Purba.

Terkait pembiayaan, perusahaan memastikan bahwa seluruh biaya perawatan bagi penumpang yang terluka maupun biaya pemakaman bagi korban jiwa akan ditanggung sepenuhnya. Skema penanggungan biaya ini dilakukan melalui koordinasi antara pihak asuransi dan internal KAI.

"KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI," ungkap Anne Purba.

Selain penanganan medis, petugas di lokasi juga telah mengamankan barang-barang milik penumpang yang tertinggal untuk kemudian dikelola melalui layanan Lost and Found. Pendataan barang bukti tersebut dilakukan bersama pihak kepolisian guna mendukung proses identifikasi pemiliknya.

Manajemen menyediakan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk melayani kebutuhan informasi keluarga korban. Masyarakat juga dapat mengakses informasi terkini melalui layanan Contact Center KAI 121.

Hingga saat ini, operasional di Stasiun Bekasi Timur masih ditutup sementara untuk aktivitas naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi, sementara satu jalur hilir sudah mulai dibuka kembali untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.

Artikel terkait

Rekomendasi