Korban Jiwa Festival Songkran Thailand Meningkat Jadi 154 Orang

Korban Jiwa Festival Songkran Thailand Meningkat Jadi 154 Orang
Foto: Ilustrasi Korban Jiwa Festival Songkran Thailand Meningkat Jadi 154 Orang.

Sebanyak 154 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama empat hari pertama perayaan Songkran di Thailand yang berlangsung hingga Rabu (15/4/2026). Meskipun angka kematian meningkat, total kejadian kecelakaan di periode berbahaya tersebut justru menunjukkan tren penurunan secara nasional.

Data Pusat Keselamatan Jalan (RSC) mencatat terdapat 755 kasus kecelakaan selama kurun waktu tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Angka ini mengalami penyusutan signifikan hampir 25 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang menyentuh 1.002 kasus.

Statistik menunjukkan kontradiksi pada jumlah korban, di mana angka kematian naik dari 144 jiwa tahun lalu menjadi 154 jiwa pada 2026. Sebaliknya, jumlah individu yang mengalami luka-luka mengalami penurunan dari 999 orang menjadi 705 orang pada tahun ini.

Kepala Pusat Keselamatan Jalan (RSC), Yossapol Wenukoset, mengungkapkan bahwa dalam satu hari saja, tepatnya pada hari Senin, terjadi 237 kecelakaan di berbagai wilayah Thailand. Insiden tersebut menyebabkan 224 orang mengalami luka-luka dan merenggut 51 nyawa.

Pemerintah Thailand merespons kondisi ini dengan memperketat pengawasan melalui kampanye keselamatan bertajuk Drive Safely, Reduce Speed, Prevent Accidents. Agenda nasional yang dijadwalkan mulai 10 hingga 16 April ini menyasar penurunan fatalitas di jalan raya selama perayaan berlangsung.

Wakil Juru Bicara Pemerintah, Lalida Persvivatana, menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata dan Olahraga bekerja sama dengan Biro Polisi Pariwisata untuk memantau situasi di lapangan secara ketat. Langkah ini diambil guna menjaga kepercayaan para wisatawan yang berkunjung selama periode "Tujuh Hari Berbahaya" tersebut.

Lalida Persvivatana mengonfirmasi adanya tujuh wisatawan mancanegara yang terluka dalam insiden terpisah selama masa festival. Namun, ia memastikan tidak ada laporan korban jiwa dari kalangan turis asing tersebut hingga saat ini.

Instansi terkait kini tengah memperkuat pengamanan di titik-titik utama destinasi wisata untuk memastikan kelancaran festival. Koordinasi lintas lembaga terus dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan di area publik yang padat pengunjung.

"Pemerintah mendesak masyarakat dan wisatawan untuk mengemudi secara bertanggung jawab dan mematuhi prinsip 'jangan minum dan mengemudi' untuk memastikan bahwa festival Songkran tahun ini tetap menjadi acara yang aman dan menyenangkan bagi semua," kata Lalida Persvivatana, Wakil Juru Bicara Pemerintah.

Artikel terkait

Rekomendasi