Koperasi Merah Putih Tangerang Tekan Biaya Hidup Warga Lewat Sembako Murah

Koperasi Merah Putih Tangerang Tekan Biaya Hidup Warga Lewat Sembako Murah
Foto: Ilustrasi Koperasi Merah Putih Tangerang Tekan Biaya Hidup Warga Lewat Sembako Murah.

Tekanan biaya hidup akibat fluktuasi harga kebutuhan pokok memicu masyarakat di wilayah penyangga perkotaan mencari solusi alternatif guna menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga.

Akses terhadap bahan pangan dengan harga kompetitif kini menjadi prioritas utama bagi warga yang kondisi ekonominya sangat sensitif terhadap perubahan harga pasar.

Koperasi desa muncul sebagai model ekonomi komunitas yang efektif dalam mendistribusikan kebutuhan dasar sekaligus memperkuat perputaran uang di tingkat lokal, seperti dilansir dari Suara.

Di Kabupaten Tangerang, tepatnya di wilayah Tegalangus dan Tanjung Pasir, Koperasi Desa Merah Putih berhasil menghimpun lebih dari 200 anggota hanya dalam waktu tiga bulan operasional.

Pertumbuhan jumlah anggota yang signifikan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap wadah ekonomi kolektif guna mengamankan ketersediaan stok pangan murah.

Supriyadi, selaku perwakilan Koperasi Merah Putih Tegalangus dan Tanjung Pasir, menjelaskan bahwa lembaga ini didirikan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui prinsip kebersamaan.

"Alhamdulillah dengan adanya Koperasi Merah Putih ini, hampir tiga bulan berjalan kami sudah beranggotakan kurang lebih 200 lebih," kata Supriyadi pada Jumat (1/5/2026).

Antusiasme warga dipicu oleh selisih harga yang ditawarkan koperasi, di mana nilai jual sembako diatur agar lebih terjangkau dibandingkan sistem pembelian eceran di pasar atau warung konvensional.

"Mereka antusias karena harga cukup terjangkau dan pastinya lebih murah daripada belanja di warung-warung," ujar Supriyadi.

Fokus utama koperasi saat ini adalah penyediaan kebutuhan dasar yang memberikan manfaat langsung bagi anggaran belanja harian para anggotanya.

Keberlangsungan stok sembako pada tahap awal operasional ini didukung oleh program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari PIK 2.

"Alhamdulillah ada CSR dari PIK 2. Itu sangat membantu, karena kami bisa membelanjakan banyak sembako untuk kebutuhan anggota," jelas Supriyadi.

Partisipasi aktif anggota serta dukungan mitra strategis dianggap sebagai faktor penentu agar koperasi mampu menjadi pilar ekonomi desa dalam jangka panjang.

Supriyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara semangat kolektif demi kemajuan ekonomi di Tanjung Pasir dan Tegalangus.

"Ayo kita bangkit bersama, maju bersama ekonomi desa Tegalangus dan Tanjung Pasir dan masyarakat," tutur Supriyadi.

Artikel terkait

Rekomendasi