Kabar kurang menyenangkan datang dari Kerajaan Norwegia terkait kondisi kesehatan Putri Mahkota Mette-Marit. Sang suami, Pangeran Haakon Magnus, mengungkapkan bahwa kondisi istrinya kini kian memburuk akibat penyakit kronis yang dideritanya.
Putri Mette-Marit diketahui telah berjuang melawan fibrosis paru kronis sejak diagnosis pertamanya pada tahun 2018 silam. Penyakit ini menyebabkan peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru yang mengganggu sistem pernapasan.
Perkembangan Kondisi Kesehatan Putri Mette-Marit
Pangeran Haakon memberikan keterangan resmi saat menghadiri sebuah acara publik pada akhir Mei 2026. Ia mengakui adanya kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas kesehatan sang istri yang sering kali fluktuatif.
Meskipun kondisi Putri sempat stabil selama enam bulan terakhir, belakangan ini terjadi penurunan yang cukup signifikan. Gejala penyakit tersebut dikabarkan mulai memengaruhi aktivitas keseharian sang calon permaisuri Norwegia tersebut.
Berdasarkan laporan People, Putri Mette-Marit beberapa kali terlihat harus menggunakan alat bantu pernapasan berupa selang oksigen saat menghadiri agenda resmi kerajaan. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya tantangan fisik yang ia hadapi saat ini.
Terkait kemungkinan prosedur medis yang lebih serius, Pangeran Haakon belum bisa memberikan kepastian lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa langkah medis seperti transplantasi paru-paru sepenuhnya menjadi wewenang tim dokter yang menangani.
Keluarga Kerajaan Norwegia saat ini berusaha tetap tegar dalam menghadapi situasi yang sulit tersebut. Pangeran Haakon berkomitmen untuk mendampingi istrinya melewati fase penurunan kesehatan ini semaksimal mungkin.
Tekanan Hukum Terkait Kasus Marius Borg Høiby
Selain masalah kesehatan, beban pikiran Putri Mette-Marit juga semakin bertambah akibat persoalan hukum yang menjerat putra pertamanya, Marius Borg Høiby. Kasus ini telah menjadi perhatian luas publik Norwegia dan internasional.
Daftar dakwaan serius yang dihadapi oleh Marius Borg Høiby meliputi:
- Empat tuduhan terkait dugaan pemerkosaan terhadap beberapa korban.
- Tuduhan melakukan perekaman terhadap perempuan tanpa izin atau persetujuan pihak terkait.
- Total menghadapi 38 dakwaan yang mencakup dugaan pelecehan seksual serta kekerasan fisik.
- Pelanggaran hukum lainnya yang melibatkan sejumlah perempuan yang berbeda.
Meskipun dakwaan yang dijatuhkan sangat banyak, Høiby secara tegas menyatakan dirinya tidak bersalah atas poin-poin utama dalam kasus tersebut. Proses persidangan diperkirakan akan terus berlanjut hingga pertengahan Juni mendatang.
Upaya Høiby untuk tinggal bersama ibunya di kediaman resmi kerajaan, Skaugum, selama masa tunggu putusan juga telah ditolak oleh Mahkamah Agung Norwegia. Hal ini menambah daftar panjang tekanan yang harus dihadapi oleh lingkungan internal istana.
Kontroversi Masa Lalu dan Isu Kesehatan Anggota Kerajaan Lainnya
Nama Putri Mette-Marit juga kembali terseret dalam isu lama terkait mendiang Jeffrey Epstein karena namanya muncul dalam dokumen investigasi. Sang Putri secara terbuka menyampaikan penyesalannya karena pernah bertemu dengan sosok kontroversial tersebut pada tahun 2013.
Dalam klarifikasinya, ia membantah terlibat dalam tindakan kriminal apa pun dan merasa marah karena para korban Epstein belum mendapat keadilan. Ia mengakui kekhilafannya karena tidak memeriksa latar belakang Epstein lebih mendalam sebelum pertemuan terjadi.
Tantangan bagi takhta Norwegia tidak berhenti di situ karena beberapa anggota keluarga senior lainnya juga mengalami masalah kesehatan yang cukup serius dalam beberapa waktu terakhir.
Berikut adalah ringkasan status kesehatan anggota inti keluarga Kerajaan Norwegia:
| Anggota Kerajaan | Kondisi atau Masalah Kesehatan |
|---|---|
| Raja Harald V | Infeksi, dehidrasi, operasi kaki, hingga pemasangan alat pacu jantung. |
| Ratu Sonja | Mengalami gangguan irama jantung yang membatalkan sejumlah agenda. |
| Putri Mette-Marit | Fibrosis paru kronis yang menyebabkan penurunan fungsi pernapasan. |
Data tersebut menunjukkan bahwa stabilitas kesehatan para petinggi kerajaan saat ini sedang berada dalam masa ujian yang cukup berat. Meski demikian, aktivitas pemerintahan tetap berjalan melalui peran Pangeran Haakon sebagai wakil sementara.
Walaupun fisiknya sering terganggu, Raja Harald V tetap teguh pada komitmennya untuk tidak turun takhta. Sang Raja menegaskan akan terus menjalankan tugasnya seumur hidup sesuai sumpah yang telah ia ucapkan di hadapan parlemen.