Kompetisi Inovasi Industri BRICS Dorong Kerja Sama Teknologi Indonesia China

Kompetisi Inovasi Industri BRICS Dorong Kerja Sama Teknologi Indonesia China
Foto: Ilustrasi Kompetisi Inovasi Industri BRICS Dorong Kerja Sama Teknologi Indonesia China.

BRICS Industrial Innovation Contest 2026 resmi dibuka pada Kamis, 7 Mei 2026, sebagai langkah nyata implementasi Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru antara Indonesia dan China. Dilansir dari Detik Finance pada Sabtu (9/5/2026), ajang ini memperlombakan inovasi pada sektor kecerdasan buatan, industri hijau, teknologi rendah udara, dan elektronika energi.

Sebanyak 52 tim unggulan terpilih dari hampir 100 proyek asal Indonesia untuk mengikuti tahapan presentasi langsung. Proyek-proyek terbaik dari kompetisi ini nantinya akan mendapatkan tiket untuk berlaga di babak final global yang diselenggarakan di Xiamen, China.

Pusat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Internasional Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China bertindak sebagai penyelenggara utama dengan dukungan penuh dari kementerian serta lembaga riset di Indonesia. Direktur Departemen Bisnis Internasional China Datang Corporation Limited, Jia Bingjun, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam peta pengembangan perusahaannya.

"Indonesia merupakan negara fokus pengembangan luar negeri bagi China Datang Corporation." kata Jia Bingjun, Direktur Departemen Bisnis Internasional China Datang Corporation Limited.

Pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan investasi di tanah air guna memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal melalui penyediaan lapangan kerja. Jia Bingjun juga menargetkan pencetakan tenaga profesional baru yang kompeten di sektor energi masa depan.

"Di masa depan, pihaknya akan terus meningkatkan skala investasi di Indonesia, menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal, serta mencetak lebih banyak tenaga profesional di bidang energi." ujar Jia Bingjun, Direktur Departemen Bisnis Internasional China Datang Corporation Limited.

Melalui inisiatif ini, China Datang berupaya menjembatani ekosistem inovasi kedua negara agar proyek lokal Indonesia mendapatkan akses modal dan pasar global. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan kemitraan revolusi industri yang menjadi visi utama blok BRICS.

"Melalui kompetisi ini, China Datang berharap dapat menggunakan ajang ini sebagai jembatan, menghubungkan sumber daya inovasi China dan Indonesia, membantu proyek inovasi Indonesia untuk mengakses modal, teknologi, dan pasar internasional, bersama-sama mendorong pengembangan inovasi industri kedua negara, dan mendukung pembangunan Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru." tutur Jia Bingjun, Direktur Departemen Bisnis Internasional China Datang Corporation Limited.

Direktur Promosi Wilayah Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM), Cahyo Purnomo, menyambut baik kolaborasi ini mengingat Indonesia sedang gencar melakukan percepatan industri. Menurutnya, adopsi teknologi maju sangat diperlukan untuk mendukung transformasi ekonomi nasional.

"Indonesia sedang dalam tahap kunci untuk mempercepat revolusi industri baru, sangat membutuhkan teknologi dan konsep inovasi yang maju." ungkap Cahyo Purnomo, Direktur Promosi Wilayah Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM).

Cahyo menambahkan bahwa empat bidang yang diperlombakan selaras dengan prioritas pembangunan pemerintah saat ini. Kehadiran investasi dan teknologi dari Tiongkok dipandang sebagai katalisator penting bagi peningkatan kelas industri dalam negeri.

"Empat track kompetisi ini adalah bidang inti yang menjadi prioritas pengembangan Indonesia saat ini. Ia berharap melalui kompetisi ini, dapat menggali lebih banyak proyek inovasi lokal yang unggul, sekaligus menarik lebih banyak teknologi dan investasi dari Tiongkok, bersama-sama mendorong peningkatan industri Indonesia, dan mendukung realisasi visi nasional "Indonesia Emas 2045"." jelas Cahyo Purnomo, Direktur Promosi Wilayah Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM).

Penilaian terhadap para peserta dilakukan oleh 10 juri ahli lintas negara yang mencakup spesialisasi investasi, transisi energi, hingga inkubasi inovasi. Setiap bidang lomba akan mengirimkan dua perwakilan terbaik Indonesia menuju panggung final di Xiamen.

Artikel terkait

Rekomendasi