KNKT Simulasikan Sistem Persinyalan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi

KNKT Simulasikan Sistem Persinyalan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Foto: Ilustrasi KNKT Simulasikan Sistem Persinyalan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi.

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaksanakan simulasi sistem persinyalan di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026), guna menyelidiki penyebab teknis tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Investigasi menyeluruh ini bertujuan memetakan faktor pemicu kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Langkah KNKT dalam melakukan simulasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan. Dilansir dari Money, simulasi difokuskan pada pengujian respons sistem persinyalan untuk mengidentifikasi adanya potensi kegagalan teknis atau kelemahan operasional saat peristiwa tragis itu terjadi.

"Hasil simulasi menjadi bahan penting dalam mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan serta potensi kelemahan system," tutur Menhub Dudy, Menteri Perhubungan dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Pemerintah menyatakan komitmennya untuk memperbaiki standar keselamatan perkeretaapian berdasarkan temuan tim investigasi di lapangan. Langkah ini diambil agar operasional transportasi publik kembali berjalan tanpa risiko serupa di masa depan.

"Kami tekankan kembali bahwa aspek keselamatan sebagai prioritas utama," lanjut Menhub Dudy.

Berdasarkan data penanganan dampak insiden, total korban mencapai 107 orang dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 91 orang mengalami luka-luka. Hingga saat ini, tercatat 43 penumpang yang sebelumnya dirawat telah mendapatkan izin untuk pulang ke rumah masing-masing.

Operasional Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) dilaporkan mulai berjalan kembali sejak hari ini meski pemulihan total dilakukan secara bertahap. Bangkai gerbong KRL khusus perempuan masih terlihat berada di sisi rel Stasiun Bekasi Timur pada Rabu sore sebagai bukti dampak benturan keras kedua rangkaian kereta.

Pihak KAI menjelaskan bahwa normalisasi jadwal perjalanan memerlukan waktu karena adanya penyesuaian pola operasi di lokasi kejadian. Uji coba jalur telah dilakukan untuk memastikan lintasan aman dilalui oleh rangkaian kereta berikutnya.

"Pengaturan dilakukan secara hati-hati agar perjalanan dapat kembali berjalan aman dan terkendali," ujar Anne, Vice President Corporate Communication KAI.

Kronologi kecelakaan bermula saat satu rangkaian KRL relasi Cikarang-Jakarta mengalami insiden temperan dengan mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Kondisi ini membuat petugas mengevakuasi rangkaian tersebut dan memberhentikan KRL lain dengan kode PLB 5568 di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya tidak sempat berhenti hingga menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi