PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) berhasil membukukan kinerja positif pada kuartal I 2026 di tengah proses transformasi menuju bisnis hijau. Emiten ini sukses menjaga pertumbuhan pendapatan serta memperbaiki performa operasional setelah melakukan penataan portofolio lewat aksi akuisisi dan divestasi pada tahun lalu.
Seperti dikutip dari Investortrust, pendapatan konsolidasi perusahaan tumbuh 20,5% secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Pada saat yang sama, laba kotor perusahaan melonjak hingga 46,7% yoy.
Perbaikan efisiensi operasional emiten berkode saham TOBA ini terlihat dari arus kas operasional yang berbalik positif menjadi US$9,9 juta. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, posisi arus kas operasional masih minus US$2,9 juta. Keberhasilan menekan kerugian dari divestasi aset PLTU juga membuat rugi bersih menyusut lebih dari 83% menjadi US$9,5... juta.
Lini bisnis pengelolaan limbah menjadi motor utama penggerak kinerja perusahaan dengan kontribusi mencapai 60% terhadap total pendapatan dan menyumbang 93% terhadap EBITDA. Pendapatan dari segmen ini melonjak tajam sebesar 447,69% yoy menjadi US$51,9 juta berkat sumbangsih penuh dari anak usaha, Cora Environment.
Pada lini energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTM) berkapasitas 6 MW yang telah beroperasi penuh sukses menyumbang pendapatan sebesar US$3,2... juta. Sementara itu, proyek PLTS terapung dengan kapasitas 46 MWp ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026 dan saat ini masih dalam fase pembangunan.
Sektor kendaraan listrik lewat merek Electrum turut memperlihatkan pertumbuhan ekspansif dengan kenaikan pendapatan 137,82% yoy menjadi US$3,2... juta. Lonjakan kinerja tersebut didorong oleh penambahan jumlah armada motor listrik yang beroperasi serta perluasan jaringan infrastruktur penukaran baterai.
Fokus Efisiensi Operasional
Meskipun masih mempertahankan lini bisnis batu bara, perusahaan tetap fokus menjalankan efisiensi dengan menekan biaya operasional. Langkah ini terbukti berhasil menjaga margin laba kotor tetap berada di level 15,8%.
Saat ini, perseroan memiliki posisi kas mencapai US$103,3 juta yang dinilai memadai untuk menjaga likuiditas. Modal tersebut disiapkan guna mendukung kelanjutan ekspansi bisnis hijau demi mengejar target netralitas karbon pada tahun 2030.
Direktur TBS, Juli Oktarina, menyatakan capaian ini menjadi validasi atas strategi transformasi yang dijalankan perusahaan.
"Langkah penataan portofolio pada 2025 merupakan fondasi penting untuk membangun bisnis berkelanjutan dengan margin yang lebih tinggi ke depan," kata Juli Oktarina.