Kinerja Keuangan Turun, DOID Bukukan Rugi Bersih Rp 1,95 Triliun

Kinerja Keuangan Turun, DOID Bukukan Rugi Bersih Rp 1,95 Triliun
Foto: Ilustrasi Kinerja Keuangan Turun, DOID Bukukan Rugi Bersih Rp 1,95 Triliun.

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mencatatkan penurunan performa bisnis sepanjang tahun 2025. Emiten yang bergerak di sektor jasa pertambangan dan kontraktor tambang batu bara ini mengalami tekanan pada komoditas utama mereka.

Dikutip dari Stocksetup, perusahaan yang kini menggunakan identitas grup BUMA International Group tersebut membukukan pendapatan sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 24,84 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 13% secara year on year (YoY) dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp 28,54 triliun.

Penurunan tajam juga terlihat pada laba kotor DOID yang merosot hingga 71,9% YoY. Nilai laba kotor perseroan menyusut menjadi Rp 698,2 miar dari periode tahun sebelumnya yang mencatatkan angka sebesar Rp 2,48 triliun.

Sejalan dengan itu, EBITDA DOID untuk tahun 2025 berada di angka Rp 2,93 triliun. Jumlah tersebut melorot 42,6% YoY jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 5,10 triliun.

Kondisi ini berimbas pada bottom line perseroan, di mana DOID menderita rugi bersih sebesar Rp 1,95 triliun pada tahun 2025. Nilai kerugian ini membengkak sebesar 95,8% dibanding rugi bersih tahun 2024 yang sebesar Rp 996,7 miliar. Melalui hasil tersebut, rugi bersih per saham kini setara dengan Rp 255,01 per lembar.

Saat ini, saham DOID dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan berat di pasar modal. Beberapa faktor penekan utamanya meliputi volatilitas harga batu bara global, biaya operasional tambang, serta sentimen negatif pasar terhadap sektor energi.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), DOID mengoperasikan bisnis kontraktor tambang di tanah air melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Perusahaan melayani mitra domestik melalui jasa overburden removal, coal getting, hauling, hingga operasional tambang terpadu.

Guna memitigasi ketergantungan pada pasar batu bara domestik, DOID telah melaksanakan ekspansi bisnis ke Australia melalui akuisisi perusahaan pertambangan setempat. Langkah strategis ini sekaligus menjadi upaya diversifikasi pendapatan ke sektor mineral kritis yang menunjang transisi energi global.

Secara umum, cakupan kegiatan usaha utama dari DOID meliputi:

  • Jasa kontraktor pertambangan batu bara
  • Operasional tambang terpadu
  • Pertambangan batu bara
  • Konsultasi dan teknologi pertambangan
  • Investasi sektor energi dan mineral

Struktur Manajemen Perseroan

Tata kelola operasional dan pengawasan korporasi dijalankan oleh jajaran direksi serta komisaris yang terbagi dalam susunan resmi organisasi.

Daftar Direksi PT BUMA Internasional Grup Tbk
NamaPosisiTerafiliasi
Direktur UtamaYaDirektur
YaDirekturYa
Daftar Komisaris PT BUMA Internasional Grup Tbk
NamaPosisiIndependen
Ashish GuptaKomisarisTidak
Hamid AwaludinKomisaris UtamaYa
Nurdin ZainalKomisarisYa
Dian Sofia AndyasuriKomisarisTidak

Melalui kepengurusan ini, perusahaan terus membagi fokus operasional antara pasar dalam negeri melalui BUMA dan ekspansi luar negeri melalui BUMA Australia.

Artikel terkait

Rekomendasi