Emiten Restoran Cepat Saji Laporkan Kinerja Keuangan Sepanjang Tahun 2025

Emiten Restoran Cepat Saji Laporkan Kinerja Keuangan Sepanjang Tahun 2025
Foto: Ilustrasi Emiten Restoran Cepat Saji Laporkan Kinerja Keuangan Sepanjang Tahun 2025.

Sejumlah emiten restoran cepat saji mengumumkan laporan kinerja keuangan tahunan sepanjang 2025 melalui laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (20/4/2026). Data tersebut menunjukkan dinamika ekonomi yang beragam, mulai dari pembalikan laba hingga strategi penutupan gerai untuk efisiensi operasional.

Dilansir dari Detik Finance, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) selaku pengelola Pizza Hut berhasil mencatatkan pemulihan signifikan dengan membukukan laba sebesar Rp 24,75 miliar. Kondisi ini berbanding terbalik dengan performa tahun 2024 yang saat itu masih mengalami rugi bersih senilai Rp 72,83 miliar.

Kenaikan laba Pizza Hut didorong oleh pendapatan neto yang mencapai Rp 3,05 triliun, meningkat dari posisi Rp 2,79 triliun pada tahun sebelumnya. Meskipun demikian, perusahaan terpantau melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah gerai dari 591 menjadi 575 unit serta memangkas total karyawan menjadi 4.192 orang.

Hasil berbeda ditunjukkan oleh PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang mengelola KFC Indonesia dengan catatan rugi bersih sebesar Rp 366,04 miliar. Walaupun masih merugi, angka tersebut menyusut cukup tajam jika dibandingkan dengan kerugian pada tahun 2024 yang mencapai Rp 796,71 miliar.

Pendapatan KFC Indonesia tercatat stabil di angka Rp 4,88 triliun dengan keberhasilan menekan beban pokok penjualan ke level Rp 1,99 triliun. Sepanjang tahun 2025, perusahaan tercatat menutup 25 gerai sehingga total restoran yang beroperasi kini berjumlah 690 unit.

Sementara itu, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) yang mengelola CFC mengalami penurunan laba bersih menjadi Rp 19,38 miliar dari sebelumnya Rp 21,03 miliar. Namun, pendapatan usaha mereka justru tumbuh menjadi Rp 703,26 miliar yang mayoritas dikontribusi oleh merek CFC sebesar Rp 653,66 miliar.

Kondisi paling menantang dialami PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang kini mengoperasikan NWS Chicken setelah menutup seluruh gerai Texas Chicken. Perseroan melaporkan rugi bersih sebesar Rp 955,25 juta dengan penurunan total penjualan menjadi Rp 1,8 miliar sepanjang periode 2025.

Kinerja Keuangan Emiten Restoran 2025
EmitenPendapatan 2025Laba/Rugi Bersih 2025Jumlah Gerai
FAST (KFC)Rp 4,88 Triliun(Rp 366,04 Miliar)690
PZZA (Pizza Hut)Rp 3,05 TriliunRp 24,75 Miliar575
PTSP (CFC)Rp 703,26 MiliarRp 19,38 Miliar-
CSMI (NWS)Rp 1,8 Miliar(Rp 955,25 Juta)-

Hingga penutupan tahun buku 2025, total aset CSMI tercatat sebesar Rp 44,5 miliar dengan posisi liabilitas mencapai Rp 39,85 miliar. Perseroan saat ini menjalankan usahanya dengan dukungan 24 orang karyawan yang berstatus sebagai tenaga kontrak.

Artikel terkait

Rekomendasi